Persoalan Debt Collector, Ketua Singa Pers Labuhanbatu Minta Polres Bertindak

256
Ketua Singa Pers Labuhanbatu, Syafrizal Siregar.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Maraknya debt collector di Kabupaten Labuhanbatu merupakan momok tidak baik bagi masyarakat yang mengalami kredit macet terkait pembelian kendaraan bermotor.

Penarikan atau perampasan motor kredit yang menungguk tidak hanya terjadi di rumah nasabah. Namun tindakan debt collector sering di luar batas, yang menjadikan nasabah seperti pelaku kejahatan. Ini layaknya mirip begal yang merampas kendaraan kredit saat dikendarai nasabah di jalanan.

Akibatnya, tidak salah bila korban meneriaki ‘rampok’ atau maling terhadap debt collector yang kerap bertindak kasar tersebut.

Ketua Satuan Wartawan Singa Pers Labuhanbatu, Syafrizal Siregar saat dikonfirmasi wartawan, mengecam ulah sekelompok debt collector yang sering merampas sepeda motor yang sudah menunggak cicilan.

“Saya meminta Polres Labuhanbatu mengambil sikap dalam penegakan supremasi hukum terhadap ulah para debt collector berinisial Indra Manurung, Henra Mangungsong dan Suhaidi alias Jawa,” ujarnya, Sabtu (16/11/2019).

Pihaknya akan monitor dan pantau sejauh mana langkah dari debt collector tersebut. Karena ini sudah tidak wajar lagi dan diduga menarik paksa kendaraan yang menunggak cicilan di jalan.

Menurutnya, menarik paksa kendaraan di jalan merupakan perbuatan yang salah dan dapat dilaporkan sebagai salah satu perbuatan pidana perampasan atau pencurian dengan kekerasan (curas).

“Tidak bisa seenaknya menarik kendaraan yang menunggak hanya dengan memegang atau menunjukkan surat kuasa dari pihak perusahaan atau leasing,” ucap pria yang akrab dipanggi Buyung ini.

Seperti yang diketahui, hal ini bukan tanpa alasan. Karena sejak tahun 2012 lalu telah dibuat Peraturan Menteri Keuangan(PMK) bagi perusahaan pembiayaan pihak leasing tidak dapat mengambil kendaraan secara paksa.

Sementara itu Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat ketika dikonfirmasi wartawan lewat pesan WhatsApp (WA) belum memberikan keterangan resminya. Walaupun pesan WA telah dikirm dan sudah dibaca, dengan tanda ceklis 2 biru. (FR)