Pj Kades Siponjot Humbahas Diduga Korupsikan Dana BLT dan Tipu Masyarakat  

Mian Silaban selaku Sekretaris Kamtibmas Humbahas dan warga Desa Siponjot, H Silaban.

Humbahas, Lintangnews.com | Presiden Joko Widodo sering mengingatkan para pejabat negara dan Kepala Desa (Kades) untuk tidak melakukan korupsi, apalagi dalam keadaan sulit seperti saat ini.

Kepala Negara mempersilakan Aparat Penegak Hukum (APH) yaitu Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ‘menggigit’ pejabat maupun para pelaksana yang memiliki niat korupsi dalam penggunaan dana sebesar Rp 677,2 triliun untuk penanganan Covid-19.

Namun hal itu diduga tidak diindahkan Jhonni Silaban selaku Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Siponjot, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Terbukti dari hasil laporan DPC Kamtibmas Kabupaten Humbahas tertanggal 27 Mei 2021 ke Polres setempat.

“Laporan kita ke Polres Humbahas karena menduga Pj Kades Siponjot sudah melakukan korupsi dana desa yaitu dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pemalsuan tanda tangan penerima bantuan,” terang Mian Silaban selaku Sekretaris Kamtibmas Humbahas, Kamis (11/11/2021).

Lanjutnya, sesuai hasil laporan pihaknya, Polres Humbahas dan Inspektorat menemukan adanya kerugian negara. Seperti Manonggor Silaban yang seharusnya menerima bantuan sebesar Rp 1.800.000, namun tidak sampai dan tanda tangannya dipalsukan. Kemudian Tamin Silaban seharusnya menerima Rp1.800.000, namun tidak juga sampai di tangannya,” terang Mian.

Warga yang berdomisili di Desa Sipingot, H Silaban menambahkan, dirinya pernah tertipu oleh Pj Kades.

“Tahun 2019 kemarin saya juga pernah diiming-imingi Jhonni Silaban untuk mengurus ijazah paket C dan dimintai uang panjar. Saya berikan sebesar Rp 1juta waktu itu, namun sampai sekarang ijazahnya tidak tau dimana,” terang Silaban dengan kesal.

Ironisnya, Jhonni Silaban ketika ingin dijumpai di kantor Desa, tidak berada di tempat, begitu juga di kantor Camat Lintong Nihuta. Kedua nomor WhatsApp (WA) juga diblokir saat dikonfrimasi artawan, sehingga berita ini terbit belum ada tanggapan pasti dari bersangkutan. (Akim)