PLN Ranting Kisaran Lakukan Pemutusan Tanpa Surat Pemberitahuan

15
Surat pemutusan yang diberikan kepada konsumen PLN.

Asahan, Lintangnews.com | Perilaku sewenang-wenang yang dilakukan oknum petugas PLN Ranting Kisaran, Kabupaten Asahan terhadap konsumen kembali terulang.

Pemutusan meteran listrik dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada konsumen. Tindakan itu dinilai telah melanggar Undang-Undang (UU) Konsumen.

Ini seperti yang dialami L boru Purba yang tinggal di Jalan Gambir Baru, dengan ID pelanggan 121110137122, nomor meter MXS24 102084  dan tarif daya RI/ 450.

“Pembongkaran meteran dilakukan kemarin. Sebelumnya tidak ada surat pemberitahuan untuk melakukan pemutusan. Terkait penunggakan pembayaran listrik, mereka datang hanya membawa sepotong surat pemberitahuan pembongkaran meteran,” ucapnya, Rabu (13/2/2019).

Seharusnya ada 3 kali surat pemberitahuan disampaikan pada konsumen. Surat pemberitahuan I adalah keterlambatan bulan pertama, begitu juga seterusnya hingga bulan ketiga. Isi surat itu membenarkan jika konsumen menunggak 3 bulan pembayaran dan berjalan ke bulan keempat.

Ketua DPP LSM Suara Rakyat, Buyung Batubara, menyesalkan pemutusan pihak PLN Kisaran dan telah mengangkangi UU PLN tentang Tata Usaha Listrik (TUL). Seharusnya PLN Kisaran sebelum melakukan pemutusan, harus terlebih dahulu mengeluarkan surat peringatan pertama, kedua dan ketiga kepada pelanggan.

“Apabila PLN melakukan pemutusan meteran, tanpa terlebih dahulu mengeluarkan surat peringatan, maka jelas menyalahi aturan UU TUL. Apabila ada perubahan, seharusnya  UU itu dicabut terlebih dahulu, baru dibuat UU yang baru,” sebutnya.

Buyung menilai, PLN Kisaran harusnya melakukan sosialisasi kepada konsumen tentang perubahan UU tersebut. Ini agar konsumen dapat memahaminya. Pemutusan PLN Kisaran jelas merugikan konsumen sesuai dengan AS TUL VI- 03/.

“Kita meminta PLN Kisaran kembali memasang meteran yang telah dibongkar. Apabila tidak direalisasikan, kami akan menyurati PLN Pusat untuk mendapatkan kejelasan tentang tata aturan tentang pemutusan listrik. Pertanyaan apabila PLN yang berhutang kepada konsumen, kemana kah konsumen mengadu,” ucap Buyung

Sementara Manager PLN Kisaran, Maratua Nasution ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak menjawab konfirmasi dari lintangnews.com. (handoko)