PLN Siantar Edukasi K3 Pencegahan Bahaya Listrik Bagi Masyarakat   

Manager UPT PLN Siantar, Juli Sembiring melakukan edukasi kepada masyarakat.

Siantar, Lintangnews.com | Dalam rangka pencegahan bahaya listrik terhadap masyarakat terutama di sekitar instalasi jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 Kv, PT PLN (persero) UPT Siantar melakukan edukasi kepada masyarakat melalui Radio Citra Anak Siantar (CAS) FM, Kamis (17/6/2021).

Manager UPT Siantar, Juli Sembiring menuturkan, pentingnya edukasi pencegahan bahaya listrik di sekitar instalasi jaringan listrik melalui radio yang dipilih sebagai media untuk penyampaian ke masyarakat luas.

“Melakukan edukasi dengan media radio seperti ini dianggap efektif, karena mampu menjangkau masyarakat luas. Sehingga informasi keselamatan tentang pencegahan bahaya listrik pada instalasi jaringan SUTT 150 kV dapat tersampaikan kepada masyarakat umum dan pelanggan PLN,” sebutnya.

Menurutnya, pohon di sekitaran jaringan listrik SUTT 150 kV Dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV merupakan sarana utama dalam menyalurkan energi listrik masih menjadi salah satu penyebab yang dapat mengganggu sistem penyaluran daya listrik.

“Apabila pohon sudah dekat dengan konduktor SUTT, maka terinduksi dengan aliran listrik. Ini membahayakan adanya aktivitas manusia atau makhluk hidup terutama masyarakat yang aktivitasnya dekat pohon itu,” ujar Juli.

Dirinya pun mengajak masyarakat untuk berkolaborasi, apabila ada melihat pohon yang sudah dekat dengan jaringan listrik atau kondisinya kurang sesuai di seputaran SUTT 150 kV dan SUTET 275 kV dapat melapor ke kantor PLN terdekat atau petugas ground patrol yang rutin mengawasi jaringan SUTT. Juga bisa langsung melaporkan ke contact center PLN di nomor (kode wilayah) 123.

“Kami menghimbau masyarakat dan sekaligus mengedukasi agar menghindari bermain layang-layang di dekat instalasi jaringan listrik karena berbahaya. Bermain layang-layang di tempat aman yang jauh dari instalasi listrik PLN atau lapangan terbuka, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Dirinya menghimbau agar menghindari menggali tanah atau pasir di dekat tower SUTT 150 KV. Pasalnya ini dapat mengakibatkan robohnya tower yang dapat mengakibatkan bahaya bagi pekerja dan mengakibatkan pasokan listrik terputus, serta pemadaman bagi masyarakat.

“Mari kita bersinergi masyarakat dengan PLN dalam menjaga kehandalan penyaluran energi listrik, juga mengikuti himbauan dan tanda-tanda peringatan, serta rambu-rambu bahaya terkait K3 dan keselamatan kelistrikan, karena tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia,” tandasnya. (Elisbet)