Plt Bupati Labuhanbatu Harapkan Petani Berinovasi di Zaman Millennial

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe mengharapkan petani dan peternak untuk terus berinovasi di zaman millennial atau modrenisasi.

Sehingga kedepan masyarakat dapat mandiri, memiliki banyak potensi bukan hanya dari sektor petani dan ternak. Disini lah peran penting para penyuluh untuk tanggap dan aktif mendengar, membaca serta langsung memprioritaskannya.

Hal ini diungkapkan Plt Bupati pada acara temu ramah dengan petani dan peternak serta masyarakat Dusun Gapuk Desa Tebingtinggi, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (12/9/2019).

Turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu, Rosmanidar Hasibuan Andi Suhaimi dalam acara yang berlangsung di halaman kediaman Abdul Halim Hasibuan..

Plt Bupati mengapresiasi Abdul Halim yang merupakan tokoh masyarakat serta pembina para petani dan peternakan di Dusun Gapuk. Menurutnya, Abdul Halim merupakan sosok motivator ulet yang terus berinovasi demi perubahan dan kemajuan para petani di daerahnya.

“Masyarakat kita memiliki banyak potensi, dan hal ini harus didukung untuk kemajuan para petani di Labuhanbatu. Saat ini kelapa sawit sudah rendah harga jualnya, kita alihkan saja lahannya dengan bercocok tanam atau beternak,” ujar Andi Suhaimi.

Plt Bupati mengungkapkan, saat ini Pemkab Labuhanbatu memiliki program inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Balitbang dengan Dinas Pertanian (Distan), yakni petani padi bisa panen 2 atau 3 kali dalam setahun di Desa Selat Beting, Kecamatan Panai Tengah.

“Saat ini Pemkab Labuhanbatu sudah memberikan bibit, pupuk dan alat panen yang juga gratis. Hari ini banyak yang harus kita rapikan, ada bibit yang sudah entah kemana dibagikan. Saya harapkan, penyaluran bibit dan ternak ini harus tepat, jangan lagi ada yang tidak jelas,” tegas Andi Suhaimi.

Sementara itu Abdul Halim mengungkapkan, masyarakat Dusun Gapuk sebagian berprofesi sebagai buruh tani. Sedangkan upayanya saat ini yaitu mengarahkan masyarakat untuk bertani agar ekonomi keluarganya semakin baik.

“Kami berharap suport dan dukungan dari pemerintah, bagaimana petani kita bisa maju. Saya juga beternak bebek, ada 100 ekor yang masih produktif dan harga telurnya juga cukup mahal. Saya ingin masyarakat bisa beternak bebek. Saya berharap, minimal di desa kita ada pabrik rekayasa pakan bebek, agar kami lebih mudah mendapatkan pakannya,” tutur Abdul Halim.

Camat Pangkatan, Chairuddin Nasution menuturkan, Dusun Gapuk merupakan Dusun terisolir yang baru berkembang. Dirinya berharap, daerah itu bisa maju didukung Abdul Halim yang selalu memotivasi masyarakat, petani dan peternak.

Kegiatan diwarnai dengan tanya jawab, berlanjut panen telur bebek dan pelepasan induk ikan gurami. (Sofyan)