Plt Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Rakor Penyusunan Ranperda Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Napza

Rakor yang dipimpin Plt Wali Kota Tanjungbalai, Waris Thalib.

Tanjungbalai, Lintangnews.com | Bertempat di aula kantor Bappeda Pemko Tanjungbalai, digelar rapat koordinasi (rakor) terkait percepatan penyusunan draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza).

Rakor itu dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota,  Waris Thalib, dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Tanjungbalai, AKBP Magdalena Sirait, Kaban Kesbangpol, Usni Syahzuddin Sinaga, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda, Zul Abdiman, Plt Kadis Pendidikan, Azhar, Kadis PPKB Ernawati, Kadis Kominfo, Walman Riadi P Girsang, Camat serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya, Rabu (24/11/2021).

Plt Wali Kota menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir untuk serius mempersiapkan segala sesuatunya, terkait penyusunan draf Ranperda itu. Hal ini terkait Tanjungbalai masuk dalam kategori kurang tanggap terhadap pencegahan dan penyalahgunaan napza.

“Segera lakukan evaluasi dan tindak lanjut program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) dan mengedepankan pembinaan mentalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dalam mewujudkan Tanjungbalai bersih tanpa narkoba,” tegas Waris.

Terakhir, Waris menyampaikan, untuk menyempurnakan draf itu nantinya agar benar-benar baik hasilnya sebelum dibahas di DPRD dan disampaikan pada masyarakat. Waris meminta dakukan cek dan ricek kembali pengawasan dan evaluasi anti narkoba dimana Ranperda itu harus diperkuat dengan pencegahan dalam penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, AKBP Magdalena mengatakan, pihaknya komitmen pemberantasan narkoba dimulai dari setiap individu. Seperti program rehabilitas kategori ringan berbasis masyarakat di Kelurahan Pematang Pasir dari BNNK. Ini ditangani agen pemulihan IBM dan untuk kedepan program ini akan diserahkan ke pemerintah daerah setempat.

“Melakukan res urine pada ASN (khusus ASN indisipliner) dilakukan secara berkala dan bagi warga yang jika sudah terbukti positif akan direhabilitasi dengan membentuk tim terpadu (Forkopimda) yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Perda Pengawasan Anti Narkoba,” jelasnya.

Magdalena menyampaikan, akan memberikan pengarahan atau penyuluhan kepada calon pengantin tes urine (bebas narkoba) dikeluarkan dan menunjuk Puskesmas untuk rawat jalan pasien terkait narkoba.

“Ini di dalamnya didukung dokter terlatih dalam penanganan narkoba, serta mengkolaborasikan anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan narkoba dengan kegiatan yang sinergi misalnya pada setiap kegiatan sosialisasi memasukkan materi anti narkoba,” paparnya. (Yuna )