Polisi Tangkap ‘Predator’ Cabuli 5 Anak di Tapanuli Selatan

Press release  Polres Tapanuli Selatan terkait kasus tindak pidana cabul terhadap 5 orang anak.

Tapanuli Selatan, Lintangnews.com | Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menangkap seorang pria berusia 50 tahun berinisial MSSTH tersangka pencabulan terhadap 5 orang anak.

Warga Dusun Pasir Ampolu, Desa Palsabolas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan itu ditangkap Tim Opsnal Polres Tapsel di Pasar Lubuk Maloko, Desa Wali Nagari Sukun Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Tersangka pencabulan melarikan diri meninggalkan kampung halamannya pada bulan Februari 2019 lalu. Selama 2 tahun dalam pelariannya, MSSTH akhirnya berhasil dibekuk petugas.

Kasat Reskrim, AKP Paulus Robert Gorby mengatakan, pelaku MSSTH melakukan perbuatan cabul terhadap anak sebanyak 5 orang. Yakni nama samaran Melati, Mawar, Angrek, Kamboja dan Lavender.

Diketahui perbuatan cabul pertama kali dilakukan pelaku terhadap korban Kamboja pada bulan Agustus 2017 sekira pukul 11.00 WIB di dalam kamar milik pelaku.

“Pelaku mendatangi rumah korban dan mengajak ke rumahnya. Kemudian mengajak korban masuk ke dalam kamar milik pelaku dan menyuruh untuk tidur. Pada saat itu, korban sempat ketiduran. Saat korban terbangun, sudah dalam kondisi tidak memakai celana dan pelaku berkata untuk tidak memberitahukan pada siapa pun,” ujar AKP Paulus, Rabu (27/1/2021).

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 76 dan pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 5.000.000.000.

Sementara itu, Tio Risma Damayanti selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Pemkab Tapsel mengatakan, untuk saat ini yang dilakuan adalah mengunjungi rumah kelima korban. Tujuannya menguatkan psikologi korban dengan memberikan edukasi.

Tio juga menjelaskan, untuk saat ini Pemkab Tapsel memang belum memiliki Rumah Aman.

“Kita akan terus mendampingi mereka dengan cara mendatangi rumah para korban. Dan sampai hari ini Alhamdulillah kelima korban kondisinya sudah stabil,” ujar Tio. (SS)