PAUD/TK Nastaiin Adakan Edukasi Protokol Kesehatan Covid-19

Edukasi protokol kesehatan Covid-19 bagi para peserta didik PAUD/TK Nastaiin.

Padang Lawas Utara, Lintangnews.com | Dalam masa pandemi Covid-19, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) sangat penting dilakukan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Virus Corona.

Seperti yang dilakukan di Pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak-Kanak (PAUD/)TK Nastaiin, Desa Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Di sekolah itu, para peserta didik diajarkan edukasi pentingnya menerapkan disiplin prokes Covid-19. Peserta didik diajarkan bagaimana cara mencuci tangan yang baik, memakai masker dan memberikan sosialisasi pada anak-anak usia dini agar menghindari kerumunan.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nastaiin (YPN), Sulaiman Siregar mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, sangat penting sekali memberikan edukasi bagaimana mencuci tangan yang baik, memakai masker dan memberikan informasi kepada peserta didik untuk menghindari kerumunan.

“Kita belum tau kapan ‘badai’ pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Memberikan edukasi tentang pentingnya menerapkan prokes pada anak usia dini, dan terus berupaya untuk mendisiplinkan peserta didik, mencuci tangan, serta memakai masker itu yang harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Sulaiman, Rabu (27/1/2021).

Sulaiman juga menjelaskan, setiap harinya 10 orang siswa-siswi diajarkan mencuci tangan, dan memakai masker. Para guru nantinya langsung mengontrol dan mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Pendidikan Nastaiin (YPN), Sulaiman Siregar.

“Saya berharap kepada orang tua murid dan para guru untuk tidak pernah bosan dalam menerapkan prokes Covid-19. Disiplin dalam menjalankan prokes, menghindari penyebaran Virus Corona,” tegasnya.

Sementara itu menurut Fandy Siregar selaku Pemerhati Kesehatan, peserta didik PAUD/TK wajib menjalani prokes sebelum dan selama menjalani kegiatan di sekolah. Tujuannya, supaya kesehatan dan keselamatan anak tetap terjaga, sehingga orang tuanya pun dapat lebih tenang melepas buah hatinya ke sekolah.

Dia menjelaskan, penggunaan masker sudah menjadi kewajiban saat berada di luar rumah, termasuk di sekolah. Peserta didik harus memakai masker saat berada di lingkungan sekolah. Lanjut Fandy, penggunaan masker juga boleh dibarengi dengan penggunaan face shield. Tetapi penggunaan face shield tanpa menggunakan masker tidak dibenarkan dan dianggap masih dapat beresiko tertular virus.

“Sesampainya di sekolah, sebaiknya dilakukan pengukuran suhu tubuh. Peserta didik diukur suhu tubuhnya menggunakan termometer tembak (thermogun). Jika dijumpai suhu tubuh >37,5 derajat celcius, maka peserta didik diperkenankan untuk di rumah saja dan mengikuti pelajaran dari rumah,” paparnya.

Sebelum memasuki lingkungan sekolah atau kelas, seluruh peserta didik juga harus mencuci tangan menggunakan air mengalir atau hand sanitizer. Pihak sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan di setiap kelas. Peserta didik diajarkan untuk cuci tangan dengan 6 langkah agar semua bagian tangan bisa dipastikan bersih.

Fandy juga menjelaskan, peserta didik yang memasuki kelas sebaiknya harus menjaga jarak. Saat berada di kelas, meja juga diatur untuk tidak terlalu dekat dan dibatasi jumlah anak yang boleh masuk ke kelas. Jarak antar meja sebaiknya 1,5-2 meter.

“Untuk itu, penting sekali mematuhi prokes saat berada di sekolah. Prokes tidak hanya dibebankan kepada peserta didik saja. Guru juga harus dapat mematuhi prokes dan menjadi role model kepada peserta didik. Penerapan prokes diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak selama di sekolah, agar semuanya tetap sehat dan terhindar dari Covid-19,” katanya mengakhiri. (SS)