Polres Humbahas Tangkap 5 Pelaku Pencuri Kentang 2 Ton dari Food Estate

Kasat Reskrim, AKP JH Tarigan, didampingi Kanit I Unit Pidum, Bripka MSP Simanungkalit memberikan keterangan pers dan menunjukkan barang bukti yang disita.

Humbahas, Lintangnews.com | Satuan Reskrim Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil ‘menggulung’ 5 orang pelaku pencurian kentang milik PT Indofood Fortuna Makmur sebanyak 2 ton dari lokasi Food Estate baru-baru ini.

Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar melalui Kasat Reskrim, AKP JH Tarigan, mengatakan kelima pelaku itu inisial TW (19), MS (22), Jls (27), LL (27) dan Mbs (26).

“Kelimanya warga Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas dan mereka diamankan dari lokasi berbeda.,” kata AKP JH Tarigan dalam keterangan persnya, Jumat (24/9/2021) di aula Mapolres Humbahas.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti, 1 unit truk Colt Diesel nomor polisi (nopol) BB 8431 LD berwarna kuning, 1 buah jaket kulit, 1 buah celana warna hitam dan sepasang sepatu.

“Usai mereka berhasil mencuri kentang dan dijual, hasilnya dibeli jaket, celana dan sepatu, ini lah yang kita sita. Sedangkan, truk disita merupakan barang bukti mengangkut kentang yang dicuri,” terang AKP JH Tarigan didampingi Kanit I Unit Pidum, Bripka MSP Simanungkalit.

AKP JH Tarigan menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan Ahcman Solid sebagai pengawas PT Indofood Fortuna Makmur ke Polsek Pollung pada 4 September 2021 lalu, adanya pencurian kentang sebanyak 2 ton atau sebanyak 75 karung milik perusahaan.

Para pelaku diketahui , masuk ke gudang penyimpanan kentang dengan cara merusak jendela. Lalu menggasak kentang yang sudah dimasukkan ke karung, dengan total kerugian sebanyak 2 ton kentang.

Kemudian dimasukkan ke truk dan menjual ke Pasar Dolok Sanggul dengan harga per kilogramnya sebesar Rp 5 ribu.

Dari hasil pencurian itu kemudian dibagi-bagi para pelaku. TS mendapat bagian sebesar Rp 2.000.000, MBS Rp 2.700.000, JLS Rp 2.600.000, MBS Rp 1.000.000 dan  LL 2.600.000.

Atas kejadian ini, kelima pelaku dipersangkakan pasal 363 ayat 3e dan ayat 4e KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun. (DS)