Polres Labuhanbatu Ringkus 5 Pelaku Pembunuhan di Panai Tengah

Pemaparan kasus pembunuhan yang terjadi di Panai Tengah.

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Lima orang laki-laki berhasil diamankan tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu dan Polsek Panai Tengah atas dugaan pembunuhan terhadap korban Ruliman Simangunsong alias Acong.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui Kanit I Sat Reskrim, Ipda Sarwedi Purba dan Kasubsi Humas, Ipda Awrin, Selasa (1/11/2022) menjelaskan kelima orang pelaku di 4 lokasi yang berbeda.

Pelaku inisial HT ditangkap di daerah Panipahan, Provinsi Riau. Sementara RH ditangkap di Kota  Tanjung Balai. Lalu MS dan SM ditangkap di daerah Saipardolok, Kabupaten Tapabuli Selatan (Tapsel). Sedangkan DS ditangkap di Pasar IX, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Barang bukti yang diamankan yakni, 1 helai celana pendek jeans warna hijau yang terdapat bercak darah, 1 batang kayu bulat, 1 batang bambu yang sudah kering, 1 batang kayu broti yang sudah patah dan 1 buah godam besi.

“Para pelaku menghabisi korbannya secara bersama-sama menggunakan  kayu bulat, broti dan martil godam,” kata Sarwedi.

Kejadian bermula, Minggu (16/10/2022) sekira pukul 15.00 WIB, korban awalnya menyetop truk tronton yang lintas di Jalan Sei rakyat menuju perkebunan kelapa sawit PT HPP, tepatnya di depan rumahnya.

Karena supir truk tidak mau berhenti, sehingga korban mengejar dengan menumpang sepeda motor orang lain. Namun setelah dikejar sejauh 150 meter, korban kembali menghentikan truk. Dan kemudian terjadi pertengkaran antara korban dengan supir truk.

Merasa kurang puas atas kejadian itu, selanjutnya korban mendatangi dan melempar dinding rumah yang ditempati kelima pelaku yang merupakan pekerja di pembangunan proyek Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT HPP di Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Para pelaku tidak terima lalu mendatangi korban ke pinggir jalan. Ternyata korban kembali ke rumahnya, sehingga didatangi oleh para pelaku. Diketahui korban melarikan diri, sehingga dikejar para pelaku.

Kemudian memukul  korban menggunakan alat kayu pada bagian kepala, sehingga  bersimbah darah dan meninggal dunia dalam perjalanan ke Klinik di Sei Rakyat.

“Kelima tersangka dipersangkakan pasal 338 subsider 170 ayat 2 ke 3 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Sarwedi mengakhiri. (Sofyan)