Polres Siantar Selidiki Dugaan Korupsi Pasar Tozai Rp 1,7 Miliar

Pasar Tozai Siantar yang sudah dibangun dengan anggaran Rp 1,7 miliar kondisi terbengkalai.

Siantar, Lintangnews.com | Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satuan Reskrim Polres Siantar saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi pembangunan proyek Pasar Tradisional Tozai yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Pihak Kepolisian menyelidiki dugaan korupsi pada pembangunan proyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Siantar tahun 2018.

Kasat Reskrim, Iptu Nur Istiono mengatakan tim Unit Tipidkor terus melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi dan barang bukti.

Hanya saja, dia belum mau mengungkapkan banyak progres penyelidikan. Iptu Nur memastikan proses mengungkap kasus korupsi tetap berlanjut.

Lanjutnya, penyelidikan telah bergulir mulai dari tahun 2018. Iptu Nur mengatakan,vada dugaan penggunaan anggaran yang besar tetapi tidak dimanfaatkan.

“Masih kita dalami. Ini masih pendalamanlah. Tetapi tetap masih lanjut itu. kita telusuri terus. Belum tahu kita arahnya(modus korupsi). Kita selidiki terus,” terangnya, Rabu (5/2/2020).

Amatan wartawan, Pasar Tozai yang terletak di Kecamatan Siantar Sitalasari ini kondisinya tampak kumuh. Semak belukar mulai menutupi jalan masuk ke pasar.

Langit-langit kios tampak sudah mulai keropos. Pintu kios juga banyak mulai lapuk. Serta tumpukan sampah berserakan di lokasi pasar.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Jadimpan Pasaribu mengutarakan, pembangunan selesai tahun 2017.

Dikonfirmasi lewat telepon seluler, Jadimpan mengarahkan agar hal ini dikonfirmasi langsung ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) nya. “Langsung ke kantor saja, saya kurang mengerti itu” kilahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ), Bambang K Wahyono mengakui, pihaknya ada mendapatkan panggilan untuk dimintai keterangan. Katanya, karyawan PD PHJ sudah memberikan data pengalihan aset dari Disperindag.

“Diminta untuk klarifikasi, dan membawa staf sesuai bagiannya. Kita kirim statf. Aset itu diterima jadi aset PD PHJ akhir tahun 2018. Iya kita sudah konfirmasi ke Kasat. Minta data saja. Anggota saja lengkapi,” tutupnya. (Elisbet)