Polres Siantar Stop Eksekusi Rumah Hibah Milik Mantan Anggota TNI

Tampak di lokasi beberapa pekerja Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang UPT Siantar bekerja memotongi beberapa ranting pohon.

Siantar, Lintangnews.com | Polres Siantar hentikan sementara eksekusi tanah yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumatera Utara melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Siantar di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kecamatan Siantar.

Penghentian eksekusi itu karena masih adanya protes dari warga yang mengaku memiliki rumah itu selama 61 tahun pada Jumat (12/4/2019).

Kassubag Humas Polres Siantar, Iptu Resbon Gultom saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mempertemukan kedua belah pihak. Menurutnya, pihak Kepolisian telah memberhentikan aktivitas eksekusi lahan dan rumah tersebut.

Iptu Resbon juga menyebutkan, jika kedua belah pihak saling bersikeras pemilik sah tanah dengan luas 1.407 meter kubik.

“Lagi diterima pengaduan yang mengaku ahliwaris pemilik tanah. Dan pertemuan antara Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang UPT Siantar, Jonson Tambunan dan pemilik tanah saling mempertahankan dan membuat pengaduan,” ujar Iptu Resbon.

Parmansyah yang mengaku sebagai ahli waris mengatakan, Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang UPT Siantar telah melakukan tindakan semena-mena dengan melakukan perusakan dan mengembok kamar. Pria yang sudah berusia 61 tahun itu mengatakan, terpaksa tidur di warung milik saudaranya. di sebelah rumah.

Menurut Parmansya,sebelumnya pihak Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang UPT Siantar tidak melakukan pemberitahuan untuk memasang plang pemberitahuan tanah milik Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu).

Parmansyah saat diwawancarai awak media.

“Saya disuruh keluar selama 2 bulan ini. Sudah 2 bulan ini saya di tempat tetangga. Tidur di warung-warung,” ngkapnya.

Parmansyah menyebutkan, dirinya ada memiliki hak untuk menyatakan rumah itu dihibahkan ke orang tuanya. Parmansyah juga menunjukkan surat tanah yang dikeluarkan Panglima Daerah Milite-II/Bukit Barisan, Brigjen TNI Leo Lopulisa pada tahun 1971 lalu.

Parmansyah juga menyampaikan, dirinya sudah membuat laporan tentang pengerusakan yang dituduh dilakukan

“Perusakan mulai hari ini. Ini semena-semana. Tidak ada pemberitahuan. Saya sudah tinggal di sini dari kecil.  Kami pakai 61 tahun di sini dari Pangdam,” ujarnya.

Amatan di lokasi, beberapa orang melakukan pemotongan pohon yang berdiri di depan rumah. Rumah bercorak hijau pun sudah tampak kosong. Beberapa kamar sudah dikunci. Plang menyatakan milik Pemprov Sumut sudah didirikan.

Sedangkan, perwakilan dari Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang UPT Siantar yang ditemui di lokasi tidak memberikan jawaban saat ditanya awak media status hak milik tanah tersebut. Pria bertubuh pendek diketahui bernama Yoga menelpon, lalu pergi meninggalkan awak media.

“Amanlah. Aman kok. Saya mau ke Polres dulu,” ujarnya sembari meninggalkan awak media yang mewawancarainya. (irfan)