Polres Toba Ringkus Pelaku Pencabulan Anak 14 Tahun

Pelaku pencabulan, Baringin Napitupulu.

Toba, Lintangnews,com | Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satuan Reskrim Polres Toba amankan pelaku perbuatan cabul anak di bawah umur inisial CHS (14) yakni, Baringin Napitupulu (52).

Pelaku ditahan Selasa (22/9/21) sekira pukul 21.00 WIB. Penangkapan dilakukan Tim Resmob Sat Reskrim Polres Toba.

Diketahui, penangkapan dilakukan setelah adanya laporan orang tua korban inisial MR boru S yang tidak terima perlakuan Baringin terhadap anaknya gadisnya yang masih sekolah. Menurut orang tua korban, pelaku sudah melakukan prilaku bejat itu sebanyak 3 kali.

Awalnya ibu korban mengetahui kejadian yang menimpa anaknya pada Sabtu (18/9/2021) dari saksi inisial RLT. Saksi mengatakan kalau CHS telah diperlakukan senonoh oleh Baringin Napitupulu pada bulan Agustus dan September 2021.

Orang tua korban langsung membawa anak gadisnya ke rumah pelaku yang merupakan tetangganya. Di depan istrinya, pelaku tidak mengakui perbuatannya dan malah mengatakan korban yang mengada-ada.

Tak terima dengan keterangan keluarga pelaku, orang tua korban lantas melaporkan kejadian itu ke Polres Toba dan dilakukan visum terhadap CHS.

Polres Toba sigap menanggapi pengaduan keluarga korban dan langsung melakukan penangkapan terhadap Baringin.

Kasubag Humas Polres Toba, Iptu Bungaran Samosi, Rabu (22/9/2021) membenarkan pelaku sudah ditangkap.

“Petugas juga menyita barang bukti berupa,1 potong baju kaos lengan pendek warna pink, 1 potong celana pendek motif kotak kotak warna putih hitam dan beberapa barang bukti lainnya,” sebutnya.

Selain itu, penyidik juga telah memintai keterangan sejumlah saksi yakni, inisial RLT (36), ST (60), DP (38) dan F (25) merupakan warga Desa yang sama dengan pelaku. Sementara korban dan keluarga merupakan warga Desa tetangga.

Pelaku dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 2 jo pasal 76d subs pasal 82 ayat 1 jo pasal 76e Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (Frengki)