Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta : Adat Batak Tak Bertentangan Terhadap Iman Kristen Warga HKBP  

219
Pelaksanaan ibadah Pesta Puncak Taon Parasinirohaon yang berlangsung di HKBP Resort Taman Mini.

Jakarta, Lintangnews.com | Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt Midian KH Sirait menegaskan, adat Batak tidak bertentangan terhadap iman Kristen warga jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Bahkan, HKBP harus mengajarkan adat Batak bagi warga jemaatnya.

“Adat Batak tidak ada yang bertentangan dengan iman Kristen. Bahkan dengan adat Batak itu akan semakin merekatkan iman Kristen yang hidup di tengah orang Batak,” tegas Pdt Midian KH Sirait dalam khotbahnya pada Perayaan Puncak ‘Taon Parasinirohaon’ di HKBP Taman Mini Resort Taman Mini, Jakarta, Minggu (10/10/2019) kemarin.

Khotbahnya ini juga menunjukkan dengan jelas sikap HKBP dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal yaitu, adat istiadat batak yang merupakan warisan leluhur masyarakat batak. Selain itu, Praeses juga mengajak orangtua untuk tidak mengabaikan pengajaran adat batak kepada anaknya meskipun masih di usia dini.

“Orang tua harus berperan memberikan pengajaran (adat Batak) meskipun terkesan tidak diindahkan oleh anaknya. Sesungguhnya pengajaran itu telah menempel dalam dirinya, tinggal bagaimana anak itu menerapkan dalam kehidupannya,” tuturnya.

Seperti diketahui, panitia pelaksana menggelar ibadah inkulturasi Batak Toba pada Perayaan Puncak ‘Taon Parasinirohaon’ HKBP Resort Taman Mini. ibadah inkulturasi Batak Toba ini merupakan penyesuaian ibadah dalam konteks kebudayaan lokal (daerah) yaitu, ibadah dengan tata cara adat istiadat Batak Toba.

Dengan ibadah inkulturasi Batak Toba itu, menurut Praeses, warga HKBP Resort Taman Mini bisa menjadi dipersatukan. “Jika seluruh kebaktian digabung akan memberikan kesempatan untuk saling berjumpa dan mengenal sesama anggota jemaat,” ujarnya bersemangat.

Memang tak seperti biasanya, kebaktian Minggu di HKBP Taman Mini dibagi empat sessi untuk masuk acara kebaktian yaitu, pukul 05.30 WIB, pukul 08.00 WIB, pukul 11.00 WIB dan pukul 18.00 WIB. Namun karena kebaktian Minggu itu sekaligus merupakan Perayaan Puncak ‘Taon Parasinirohaon’, sehingga kebaktiannya digabung menjadi satu sessi pukul 11.00 WIB, terkecuali kebaktian sore pukul 18.00 WIB beribadah seperti biasa.

Foto bersama Panitia Puncak Perayaan Taon Parasinirohaon HKBP Resort Taman Mini.

Oleh karena itu, Praeses pun merasa patut memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana karena Perayaan Puncak ‘Taon Parasinirohaon’ HKBP Resort Taman Mini dikemas dalam ibadah inkulturasi batak Toba.

“Saya mengapresiasi ibadah inkulturasi Batak Toba ini, mari kita berikan tepuk tangan kepada panitia,” ujar Praeses yang disambut gemuruh tepuk tangan jemaat HKBP Resort Taman Mini.

Pastinya, melalui ibadah inkulturasi Batak Toba ini diharapkan mempunyai dampak positif terhadap anak-anak sekolah minggu, remaja, dan muda-mudi (naposo bulung) HKBP Resort Taman Mini untuk dapat lebih dekat lagi dalam mengenali dan mencintai adat istiadat dan budaya Batak Toba serta turut melestarikannya.

Untuk penatalayan ibadah inkulturasi Batak Toba ini dipandu oleh Pendeta HKBP Resort Taman Mini Pdt Bonar H Napitupulu STh (liturgis 1), Pdt Sumanggar Naibaho STh (liturgis 2), Pdt Tetty Sihombing (pembaca warta jemaat), Pdt Luhut Hutajulu D.Min (pendoa syafaat), dan Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Pdt Midian KH Sirait MTh (pengkhotbah).

Sedangkan panitia pelaksana perayaan tersebut yakni, St Demak Hutasoit (Ketua), St Thamrin Sianipar (Wakil Ketua), Ny St L Simarmata br Manurung (Sekretaris), Ir B Silaban (Wakil Sekretaris), St Niko Silitonga (Bendahara), Ny Naibaho br Siregar (Wakil Bendahara) serta didukung oleh koordinator dari setiap wijk, petugas perlengkapan, dan bagian terkait lainnya.

Adapun program kegiatan ‘Taon Parasinirohaon’ selama ini yang sudah direalisasikan oleh HKBP Resort Taman Mini antara lain, menyalurkan bantuan bagi para penyandang disabilitas, jemaat yang mengalami penyakit menahun, beasiswa pendidikan, dan bantuan kepada tiga gereja yang berada di perkampungan (bona pasogit) seperti HKBP Prancis di Sibolga (Tapanuli Tengah), HKBP Sitanggor di Kecamatan Muara (Tapanuli Utara) dan HKBP Muara. (EP)