Program Disdik Tebingtinggi 2020, Pelajar ‘Tersopan dan Tersantun’ dapat Hadiah

Kadisdik Tebingtinggi, Pardamean Siregar mengalungkan tanda peserta pada pelajar kelas VII.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Di tahun 2020 ini Dinas Pendidikan (Disdik) Pemko Tebingtinggi akan melakukan penilaian terhadap para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berpredikat ‘Tersopan dan Tersantun’.

Para pelajar yang terpilih meraih juara pertama akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 1 juta.

Ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pardamean Siregar pada upacara hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2019/2020, Senin (8/7/2019) di halaman SMP Negeri 1 Tebingtinggi, Jalan Sutomo.

“Hadiah ini nantinya kita berikan hanya kepada para pelajar yang meriah juara 1 saja. Jika di SMPN 1 Tebingtinggi ada 36 kelas, maka 36 orang siswa-siswi yang terpilih sebagai ‘Tersopan dan Tersantun’ akan mendapat hadiah uang,” sebut Pardamean dihadapan 1.300 an siswa-siswi SMPN 1 Tebingtinggi.

Disebutkan Pardamean, SMPN 1 merupakan sekolah pavorit di Kota Tebingtinggi, sehingga setiap tahun membludak para siswa-siswi untuk dapat diterima di sekolah itu.

Foto bersama Kadisdik Tebingtinggi, Pardamean Siregar, Kepsek SMPN 1, Doanta Surbakti dan Sekretaris Disdik, Amris bersama para pelajar kelas VII.

“Wajar masyarakat Tebingtinggi mengejar untuk dapat diterima di sekolah ini. Terlebih siswa-siswi yang berprestasi baik dari dalam maupun luar kota Tebingtinggi,” ujarnya.

Kadisdik juga mengingatkan para pelajar, khususnya kelas VII yang diterima masuk ke SMPN 1 melalui PPDB Online dengan sistem zonasi untuk dapat bersyukur. Pun demikian, kata Pardamean, setelah diterima masuk di SMPN 1 nantinya dapat belajar lebih giat dan tekun baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Pardamean juga menekankan, para siswa-siswi dilarang membawa handphone (HP) berkamera ke sekolah. Namun diperbolehkan hanya HP non kamera yang dan kegunanannya menghubungi orang tua untuk jemputan pulang sekolah atau pun hal penting lainnya.

“Jika pelajar masih membawanya ke sekolah, akan dikenakan sanksi tegas sesuai surat pernyatan yang telah ditandatangani oleh siswa-siswi dan orang tua atau wali saat diterima masuk sekolah. Pelajar juga tidak diperbolehkan membawa kenderaan sepeda motor,” tegas Kadisdik.

Usai memimpin upacara hari pertama ditandai dengan pengalungan tanda peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara simbolis kepada siswa-siswi kelas VII oleh Kadisdik didampingi Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1, Doanta Surbakti dan Sekretaris Disdik, Amris. (purba)