Proyek Dana Desa Dikerjakan Pihak Ketiga, PD Kecamatan Dolok Panribuan Terjun ke Lapangan

PLD 4 Nagori, Nirwana Sihombing dan Pendamping Desa Kecamatan Dolok Panribuan, Ayunita Simarmata.

Simalungun, Lintangnews.com | Pendamping Desa (PD) Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Ayunita Simarmata akan ke lapangan guna menanyai langsung para pekerja.

Hal ini mengingat adanya pelaporan masyarakat bahwa proyek dana desa di 4 Nagori di Kecamatan itu dikerjakan pihak ketiga.

“Mengenai diborongkan (pihak ketiga), saya akan ke lapangan hari ini juga dan tanya langsung ke pekerjanya,” tulis Ayunita via WhatsApp (WA), Rabu (16/1/2019) menanggapi pengaduan masyarakat yang dilayangkan lintangnews.com.

Menurutnya, terkait rekan kerjanya, Nirwana Sihombing yang juga istri oknum Pangulu Nagori Bandar Dolok, menjabat Pendamping Lokal Desa (PLD) Bandar Dolok dan 3 Nagori lainnya di Kecamatan Dolok Panribuan sudah diusulkan untuk dipindahkan kedaerah lainnya.

“Terkait rekan kami PLD, kami sudah usulkan agar pindah Kecamatan atau Desa dampingannya pak. Saya akan segera konfirmasi hasil ke lapangan,” imbuh Pendamping Desa (PD) Kecamatan Dolok Panribuan, Ayunita Simarmata.

Menepati apa yang disampaikan, Ayunita mengatakan, hasil konfirmasi ke pekerja di lapangan, jika kegiatan itu tidak diborongkan. Dan berjanji lagi akan menelusuri sembari menunggu Laporan Pertanggungjawaban (LPj) kegiatan, mengingat harus dilihat juga sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Hasil kunjungan kami tadi, pengakuan pekerja yang kami temui, bahwa pekerjaan tidak di borongkan. Tapi akan kami telusuri lebih lanjut lagi. Sembari nunggu LPJ kegiatan. Karena kita akan lihat juga apakah di LPj sesuai dengan RAB,” ucapnya.

Sebelumnya, terkait dipihak ketigakannya proyek dana desa 2018 ke 4 nagori dampingan Nirwana, antara lain Nagori Tiga Dolok, Bandar Dolok, Gunung Mariah, dan Nagori Palianaopat, Camat Dolok Panribuan, Rosendi Sinaga membantah memanggilnya ke kantor.

“Tidak terkhusus, pemanggilan itu mengenai SPT. Hanya saja juga kami bahas agar ketika dikonfirmasi wartawan untuk memberikan jawaban yang normatif,”  ujar Rosendi.

Sebelumnya pengaduan warga mengatakan, Nirwana dipanggil Camat terkait pemberitaan adanya dugaan penyimpangan terhadap realisasi proyek dana desa.

“Orang itu dipanggil Camat pagi ini terkait pemberitaan. Pld, Pangulu dan TPK sama PD PDTi. Abang dekat ya sama Camat nya? Kok sudah sampai sama Camat,” beber sejumlah warga.

Lanjut warga, jika Nirwana sudah koar-koar mengatakan bodoh kali yang memberitakan. Warga menuturkan, jika Nirwana menyatakan, jika Ketua PKK kan karena suami bukan pekerjaan. “Lagian katanya tanggung kali pemberitaan, masa di media online, gak bisa masuk koran,” sebut warga.

Menanggapi informasi itu, Nirwana menyangkal dan meminta untuk dipertemukan dengan warga yang mengadukannya.

“Siapa yang ngabarkan berita begitu? Biar dijumpakan saja, jangan sembarangan berlisan. Menyampaikan berita begitu. Kalau memang benar ada begitu, saya tunggu besok ito bawa orangnya ke saya,” imbuhnya.

Dia juga menuturkan, tidak pernah menganggap sebuah pekerjaan itu rendah, karena semuanya mencari makan.  “Terus siapa kali kali rupanya saya menuding ito cari makan dengan blow up berita itu. Saya pun cari makannya,” paparnya.

“Makanya dari tadi malam saya bilang siapa yang sampaikan begitu. Karena dari mulut saya nggak ada keluar omongan begitu. Jangan kan ke orang lain, cerita ke suami pun saya nggak,” ungkapnya. (zai)