Proyek Kantor Lurah Aman Sari Diduga Tidak Sesuai Proses Tender

153
Tertulis pada plang proyek surat perjanjian. Lajimnya tertuang, surat perjanjian kontrak atau nomor kontrak pekerjaan.

Simalungun, Lintangnews.com | Pihak ketiga atau rekanan pembangunan kantor Lurah Aman Sari, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, harusnya bukan CV Solusi Mandiri Utama yang beralamat di Jalan Farel Pasaribu, Gang Rambutan no 3, Kota Siantar.

“Kalau kantor Lurah Aman Sari si Herianto Samosir yang ngerjakan. Tapi, aturan bukan dia,” ungkap, seorang rekanan lainnya melalui sambungan telepon seluler, Senin (18/11/2019).

Herianto Samosir dimenangkan pada proses tender proyek yang diselenggarakan Dinas PUPPR (Pekerjaan Umum, Pemukiman dan Perumahan Rakyat) Pemkab Simalungun, diduga karena adik dari mantan kepala Kejari Simalungun, Irvan Paham Samosir.

“Katanya menang fight. Karena, dia (Herianto Samosir) adik mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun. Sebelum pindah dimenangkan dia pada proses tender. Sekarang, gak bisa lagi begitu dia,” jelasnya.

Selain itu, karena adik dari mantan Kajari Simalungun, sehingga lolos dari KW (kewajiban). “Gak bayar KW dia itu,” katanya sembari menyampaikan, Herianto Samosir tidak pernah mengerjakan proyek bangunan.

Sementara, Agus Situmorang saat ditemui di Dinas PUPPR Simalungun, Senin (18/11/2019) sekira pukul 13.30 WIB kepada wartawan membenarkan Herianto Samosir adik dari mantan Kajari Simalungun.

“Ido, adik mantan Kajari (Iya, adik mantan Kajari),” ujarnya seraya menambahkan bahwa proses tender ditangani Pokja, Novandi Pakpahan.

Terpisah, Harianto Samosir saat dikonfirmasi wartawan via sambungan seluler, Senin (18/11/2019) sekira pukul 16.48 WIB membantahnya.

“Siapa yang bilang? Tidak ada adiknya aku. Karena satu marga dibilang adiknya. Pencemaran nama baik itu. Ku telusuri nanti itu,” ujarnya.

Ditanya mengenai proses tender dan berapa besar penawarannya, Herinto justru menyebutkan karena perusahaannya bagus. “Karena perusahaan ku bagus. Kalau penawarannya sesuai di plank proyek. Soal tender sama Pokja cocoknya dikonfirmasi,” katanya.

Disinggung soal KW, Herianto mengaku, tidak ada KW. “Gak ada KW,” ucapnya tanpa merinci berapa perusahaan yang menjadi rivalnya saat proses tender.

Sebelumnya, Amrijal saat ditemui di lokasi proyek pembangunan kantor Lurah Aman Sari, Jumat (15//11/2019) sekira pukul 13.30 WIB mengaku sebagai pelaksana dan pihak ketiga, Herianto Samosir.

“Cuma mengawasi saja. Kalau ada kurang pekerja sama bahan langsung dia (Herianto) yang mengurusi sama upah pekerja,” ucapmya sembari mengaku tinggal di Jalan Viyata Yudha, Kota Siantar dan masa pengerjaan sampai tanggal 20 Desember 2018.

Menurutnya, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan pengawas baru 1 kali datang ke lokasi pembangunan kantor Lurah Aman Sari. Itu pun selama ini pihaknya mengerjakan parit saja.

“Dua minggu lalu datang. Disuruh buat buku tamu,” katanya seraya mengaku tidak tau usai ditanya apakah Herianto Samosir adik dari mantan Kajari Simalungun, Irvan Paham Samosir. (Zai)