Pokmas Toba Sejahtera Diduga Permainkan Anggaran Penambahan Bahu Jalan Balige I

224
Salah seorang pekerja saat meratakan campuran material ke petak petak yang dibacasting.

Siantar, Lintangnews.com | Kelompok Masyarakat (Pokmas) Toba Sejahtera diduga mempermainkan anggaran pembangunan penambahan bahu Jalan Balige I Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar.

Pasalnya, selaku penyedia jasa, Pokmas Toba Sejahtera itu nekad mengurangi volume material campuran rabat beton. Akibatnya, kualitas serta kuantitas bahu jalan itu disorot tajam oleh warga.

“Ini akan kami laporkan,” ucap Carter didampingi Tokoh Pemuda bermarga Simanjutak dan Kepala Lingkungan (Kepling) RW/RT 01/02 Kelurahan Toba, Ronald Tampubolon, Senin (18/11/2019).

Menurut warga, sesuai informasi dihimpun dari TPK (Tim Pendamping Kegiatan) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemko Siantar, Timbul Gultom, jika campuran material bahan baku rabat beton penambahan bahu jalan yakni, 1 zak semen dan 2 unit beko pasir, dan tiga beko kericak (kerikil pecah) sebagai butiran pekerasan.

Akan tetapi Ketua Pokmas bermarga Hutabarat yang tak lain warga Jalan Balige I justru memerintahkan anggota Pokmas mengaduknya memakai molen semen setengah zak ditambah pasir sebanyak 20-25 sekop. Sementara kericaknya hanya 15 sekop, sehingga rabat betonnya murah merotol.

Selain itu, Ronald mengatakan, awalnya diwacanakan dan disosialisasikan pada kegiatan itu bukan pelebaran badan jalan. Melainkan membangun parit saluran di depan rumah masing masing warga.

“Makanya waktu sosialisasinya kepada warga adalah parit. Kenapa sekarang jadi pelebaran jalan. Laginya anggarannya itu mark up. Bukan sekali dua kali kita mengerjakan seperti itu,” terang Ronald.

Juga dipertanyakan apakah Dinas PUPR atau konsultan harus diberikan gaji dari anggaran kegiatan (Rp 175 juta) itu? Pasalnya di daerah itu ada 7 Pokmas yang berjibaku mengontrol kegiatan ini. Dan tidak memberitahukan adanya perubahan pekerjaan.

“Kenapa pekerjaan berubah tadinya adalah parit, sekarang jadi pelebaran jalan, ada apa? Kedua, layak kah material yang dibongkar ditumpukkan ditengah jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas (lalin),” sebutnya.

Sementara sepengetahuan umum, yang namanya pekerjaan proyek, segala material galian harusnya diangkut ditumpukkan di tempat yang sudah mendapatkan persetujuan dari pengawas.

Terpisah, salah seorang pekerja saat ditemui di lokasi menuturkan, material campuran rabat beton yang dipasang adalah 1 zak semen, 2 unit beko pasir dan 3 unit beko kericak. Meski campuran diamprakan mirip bubur dan didominasi material pasir. (Zai)