Proyek Kantor Lurah Naga Pitu, Dinas PRKP Siantar Gagalkan Pemenang Tender Secara Tak Profesional

Pembangunan Kantor Lurah Naga Pitu dan plank proyeknya (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Pekerjaan pembangunan kantor Lurah Naga Pitu, Kecamatan Siantar Martoba proses tendernya patut dipertanyakan.

Bagaimana tidak, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (PRKP) Pemko Siantar dinilai menyalahi aturan dalam melaksanakan proses tender proyek bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2021 senilai 1.315.846.200 ini.

Sedikit diceritakan kronologi proses tender proyek kantor Kelurahan itu, bahwasanya dengan melengkapi data-data kewajaran harga, maka CV Arjuna Product dinyatakan lulus.

Dengan dinyatakan lulus, karena dapat menunjukkan semua dokumen asli sesuai dengan undangan klarifikasi dan CV Arjuna Product dinyatakan pemenang tender.

Tindak lanjut dari hasil pembuktian klarifikasi terhadap tender, dikeluarkannya surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SPPBJ) dan diharuskan menyerahkan jaminan pelaksanaan dari Bank Umum pemerintahan yang ada di siantar sebesar 5 persen dari pagu yakni 5% x Rp 1.699.849.957,54 = Rp 84.992.498.

Sayangnya, jaminan pelaksanaan dari Bank yang dilakukan CV Arjuna Product ditolak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PRKP, dengan alasan tidak sesuai dengan jaminan pelaksanaan yang diminta.

Tindak lanjut dari penolakan dari Dinas PRKP, Arjuna Product melampirkan bukti di dokumen pengadaan bahwa pada pasal jaminan pada salah satu poin berbunyi jaminan pelaksanaan diserahkan pada PPK, memenuhi ketentuan sebagai berikut paket pekerjaan dengan nilai HPS sampai Rp 10 miliar dapat diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjamin, perusahaan asuransi, lembaga khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan, konsorsium perusahaan asuransi usaha.

Arif Sitanggang selaku Direktur CV Arjuna Product menjelaskan kepada Lintangnews.com, setelah berbagai usaha dilakukan sebagai pemenang tender, mulai dari membuat jaminan pelaksanaan di Bank BTN, sampai kunjungan ke Inspektorat Pemko Siantar dengan membawa dokumen tender yang menjadi acuan tender tersebut.

“Namun tetap saja Dinas PRKP tidak menerima jaminan yang diusahakan dari Bank BTN. Ada pun pembicaraan kami dengan Dinas PRKP, bahwasanya mereka takut dengan penawaran kami yang di bawah 80 persen. Takut kontraktor katanya tidak mampu mengerjakan proyek sampai dengan selesai. Untuk menyikapi itu, kami memberikan dana pemblokiran di bank sebesar nilai jaminan tersebut, sebagaimana jaminan buat mereka (Dinas PRKP) jika pekerjaan tidak diselesaikan, maka jaminan pemblokiran uang dapat dicairkan oleh PPK Dinas PRKP tanpa syarat,” terang Arif, Minggu (28/11/2021).

Sambung Arif, setelah berbagai cara dilakukan oleh pihaknya hingga akhirnya tetap juga tidak menerima jaminan pelaksanaan dari CV Arjuna Product. Hingga akhirnya, tanpa sepengetahuan CV Arjuna Product kelanjutan tender itu sudah diganti pemenang nya dengan peserta penawaran tender nomor 4 yakni CV Sinar Muara.

“Hingga sampai ini tidak tindak lanjut atau niat baik dari Dinas PRKP mengenai tender tersebut. Kami sebagai pemenang tender telah digagalkan secara tidak professional,” ujar Arif sembari sampaikan berencana akan menempuh jalur hukum. (Elisbet)