PT Gogo Tuding PTPN IV Bahjambi Penyebab Proyek Asal Jadi, Warga Menilai Miris

Butiran pekerasan badan jalan poros menuju PKS PTPN IV Bahjambi merotol keluar badan jalan.

Simalungun, Lintangnews.com | Warga di lingkungan PTPN IV Bahjambi di Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi, Kabupaten Simalungun menilai miris atas tudingan yang telah dilontarkan pelaksana lapangan pada proyek pekerasan jalan poros menuju area Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bahjambi.

“Itu aneh dan kurang etis. Sebab, pada awal pelaksanaan proyek, pengukuran awal yang baik termasuk survei lokasi dan pematokan awal menentukan kelancaran pelaksanaan pekerjaan sudah dilakukan,” ucap salah satu warga bernama Roy, Minggu (19/5/2019).

Dirinya mempertanyaan mengapa pelaksana lapangan nekad menyalahkan pihak PTPN IV Bahjambi yang notabene hanya sebatas sebagai fasilitator. “Jadi tidak etis pelaksana lapangan itu menyebut asal jadinya jalan poros menuju area PKS karena PTPN IV Bahjambi,” bilangnya.

Dikatakan Roy, selaku fasilitator kegiatan, PTPN IV Bahjambi sudah menentukan titik lokasi kegiatan. Selanjutnya dilaksanakan pengukuran, termasuk survey lokasi dan pematokan (preliminary survey). Sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar.

Menurut warga, kondisi jalan poros yang sudah dikerjakan dinilai tidak sesuai dengan perjanjian kontrak antara pihak PTPN IV dengan PT Gogo selaku pelaksana atau lazim disebut sebagai rekanan.

Pasanya proses pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang dikeluarkan kantor pusat PTPN IV di Medan. “Mereka tidak menyekrap jalan (perawatan). Namun langsung menabur material batu manga, lalu di amprah pakai alat berat,” ungkap Roy.

Menurutnya, itu dilakukan rekanan (PT Gogo) diduga untuk meraup keuntungan yang lebih besar. Selain itu, kuat dugaan pihal rekanan memanipulasi material dan standar pengerjaan proyek yang tertuang dalam isi perjanjian kontrak.

Sebelumnya, Pelaksana Lapangan PT Gogo, Mukti justru menyalahkan pihak PTPN IV Bahjambi, sehingga realisasi pekerjaan pekerasan jalan poros menuju ke area PKS Bahjambi asal jadi. “Yang salah sebenarnya kan orang kebun (perkebunan Bah Jambi). Ngasih titik pertama kali yang disini,” ucap Mukti, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, selaku fasilitator pekerasan jalan yang dikerjakan, PTPN IV Bahjambi harusnya menunjuk lokasi kerja di Afdeling VI Jawamaraja Bahjambi. Lalu bisa makin maju. Dan tidak terjadi kerusakan sebelum kegiatan itu diserah terimakan.

“Ini kan gak. Ngasih lokasi di luar duluan. Aturan ngasih yang di dalam dulu, baru bisa makin maju. Kerusakan jalan pada sisi kiri dan kanan (rel) jalan karena sudah dilalui truk CPO maupun pengangkut Tandan Buah Segar (TBS). Meski belum dipadatkan dengan bomag.

“CPO dari situ. Semua dari situ, karena dari akses inti. Bahkan, mobil-mobil lain dari situ. Harusnya, kan gak boleh lewat dari situ. Terakhir, terjadi lah kerusakan rel. Mau gak mau, pindah lah kami ke sana. Gitu pak,” paparnya.

Mukti mengatakan, pekerasaan jalan di areal Afdeling VI Bahjambi merupakan paket pekerjaan pekerasaan jalan poros menuju PKS PTPN IV Bahjambi. Pekerasan jalan itu sepanjang 2,6 km dan buka 5 meter.

“Beruntunglah kebun dikasih yang besar. Ketebalannya 8 cm dan lebar 5 cm. Belum dibomag dan profil. Nanti dibomag dan diratakan setelah diprofil. Makanya, saya desak, sebenarnya titiknya di mana saja,” terangnya.terangnya soal konfirmasi batu mangga sebesar bola kaki. (zai)