PT Lampatar Tak Kunjung Perbaiki Jalan Rusak, Warga Sahkuda Bayu akan Lakukan Ini

Suasana sosialisasi dan kondisi kerusakan jalan Huta III Nagori Sahkuda Bayu.

Simalungun, Lintangnews.com | Warga Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun merasa geram.

Itu karena pihak PT Lampatar Medan selaku penyedia jasa proyek rehabilitasi irigasi dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II tahun 2021 lalu, tak kunjung memperbaiki kerusakan jalan di daerah itu.

Hal itu terungkap saat sejumlah warga melakukan pertemuan sosialisasi terkait wacana perbaikan dinding pembatas saluran irigasi yang tumbang dengan Wadin Haloho selaku pengawas proyek dari BWSS II.

“Sebelum dilakukan pemeliharaan atau perbaikan proyek, kami minta agar pak Haloho mempertemukan dengan PT Lampatar. Bagaimana komitmennya untuk memperbaiki jalan kampung kami ini,” tegas Margono selaku warga.

Bertempat di salah satu warung di tepi saluran irigasi DI Kerasaan di Huta III Nagori Sahkuda Bayu, Jumat (13/5/2022), disepakati untuk perbaikan pada esok harinya.

Warga petani pembudidaya ikan tawar itu juga menuntut agar terkait kerusakan jalan Nagori akibat dilintasi dump truk PT Lampatar pasca mengangkut sedimen irigasi, sebelum memperbaiki kerusakan akan melakukan pelarangan.

“Kami tidak mau 2 kali dibohongi, kemarin rekanan (kontraktor) berjanji memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat dilintasi Dump truk pengangkutan material. Nyatanya tidak ada. Sudah selesai, main tinggal saja, ” kata warga menegaskan.

Pantauan di lokasi, puluhan warga yang hadir dalam pertemuan itu dengan tegas mengatakan, tidak akan mengijinkan material masuk kelokasi sebelum ada kejelasan dari rekanan pelaksana proyek dengan anggaran Rp 28,2 miliar tersebut.

Sementara Wadin Haloho mengatakan, dirinya akan menyampaikan keluhan warga ke PT Lampatar.

Dia sempat berkilah, rekanan sudah memberikan uang agar warga sendiri yang memperbaiki kerusakan jalan.

Mirisnya, Wadin malah berkelit saat masyarakat mempertanyakan kepada siapa pihak PT Lampatar menyerahkan pembiayaan perbaikan terhadap kerusakan jalan.

“Tak tau kepada siapa diserahkan,” sebutnya. (Zai)