PT Sluma Enginering dan Tokoh Masyarakat Manalu Dolok Bahas Pengalokasian Dana CSR  

Taput, Lintangnews.com | Menjelang berakhirnya tahun 2020, PT Sluma Enginering ajak tokoh masyarakat Desa Manalu Dolok, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) berdiskusi tentang pengalokasian dana Corporate Social and Responsibility (CSR), Selasa (22/12/2020).

Diketahui, dana itu biasanya diberikan setiap bulannya pada seluruh warga Manalu Dolok melalui Panitia Dana CSR yang telah dihunjuk dan persetujuan masyarakat setempat.

Hal ini dilakukan pihak managemen perusahaan yang bergerak khususnya di bidang kontruksi bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dengan maksud tukar pikiran bersama seluruh tokoh masyarakat, termasuk Panitia Dana CSR setempat.

Perwakilan PT Sluma Enginering, Preddy Siahaan menuturkan, ini dilakukan agar tidak ada miss komunikasi antara pihak perusahaan dan masyarakat yang terdampak dengan proyek tersebut.

“Tahun 2020 ini kita tidak mencapai target yang seharusnya per tahunnya 52 juta KWH. Namun tahun 2020 ini, kita hanya bisa mencapai 34 juta KWH. Kalau kita hitung-hitung hanya mencapai kurang lebih 60 persen,” sebutnya.

Preddy menjelaskan, semua terjadi karena debit air sangat drastis turun diakibatkan di hulu bendungan proyek banyak terjadi penebangan kayu illegal, sehingga berdampak pada volume target tahun ini.

“Belum lagi seperti kita ketahui semua dampak pandemi Covid-19 seluruh bangsa ini mengalaminya. Tentu itu berpengaruh pada seluruh perusahaan di negara kita ini, bahkan ada sampai pemecatan karyawan dan tutup beroperasi,” sebutnya.

Namun Preddy menuturkan, pihaknya masih bersyukur bisa berjalan terus, seperti menggaji para karyawan hingga saat ini.

Dia mengakui, alasan ini lah kendala pihak perusahaan agak terlambat menyalurkan dana CSR yang dijanjikan setiap bulannya sebesar Rp 10 juta.

“Jadi rencana kita di penghujung tahun ini membagi-bagikan daging kurban dan pestisida ke masyarakat terdampak, sekaligus ucapan Hari Natal dan Tahun Baru,” sebut Preddy didampingi Andi Hutasoit dan Humas PT Sluma, Jhon Roy Napitupulu.

Terkait berkurangnya debit air akibat penebangan ilegal di hulu bendungan proyek, Preddy menegaskan, pihak perusahaan sudah mengajukan ke Kementerian terkait agar membantu mereka melakukan reboisasi awal sekitar 5 ribu hektar dan sedang dalam proses.

“Intinya agar pihak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membantu bibit kayu yang sesuai dengan daerah dan iklimdi Desa Manalu Dolok,” paparnya.

Hadir dalam diskusi itu, Amser Manalu, Anton Manalu dan beberapa tokoh masyarakat Manalu Dolok. (Gihon)