Toba, Lintangnews com | Puluhan pengendara tujuan Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) menjadi ‘korban’ petunjuk rute Google Maps yang tidak akurat.
Pemerintah diminta membuat peringatan mengingat tingginya aktivitas mudik masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Permintaan itu disampaikan Suparman Pardosi sebagai Tokoh Pemuda di Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba. Dia kecewa, karena jalan menuju Labura melalui Silimbat, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba ternyata belum bisa dilalui.
“Apalagi kalau malam hari di tengah-tengah hutan bersama keluarga. Bahkan ada juga anak-anak mau mudik ke kampung halaman kasihan sekali melihat mereka mendapatkan rute yang tidak jelas,” tukasnya, Rabu (22/12/2021).
Berdasarkan pengamatannya, Suparman Pardosi mengungkapkan, sejak sepekan terakhir sedikitnya 5 orang pengendara setiap harinya menjadi korban rute yang tidak akurat. Kendaraan itu sebagian besar diyakininya berasal dari luar Provinsi Sumatera Utara. “Ada yang nopol B, BM dan BG, banyak lah entah dari mana saja,” tukasnya.
Suparman menyebutkan, fenomena kendaraan putar balik ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2019. Namun selama ini intensitasnya tidak pernah tinggi, seperti yang terjadi saat ini.
“Memang kalau kita minta petunjuk rute ke Labura dengan Google Maps, disuruh melintas dari jalan lintas Silimbat menuju Labura. Sementara mobil dan sepeda motor) saja belum tentu bisa untuk melintasi jalan jurusan Silimbat,” tukasnya.
Lanjutnya, jarak dari persimpangan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari Simpang Silimbat menuju ujung aspal Jalan Toba-Labura berkisar 35 kilometer. Itu artinya, para pengendara yang ‘tertipu’ rute Google Maps mengalami kerugian jarak tempuh sejauh 70 kilometer.
Dalam hal ini, Pemkab Toba melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas Polres Toba supaya membuat plank atau pemberitahuan (akses Jalan Toba-Labura belum bisa di lalui kendaraan) di Simpang Silimbat.
Menurut keterangan salah satu pengendara roda 4 Rudianto, jika mereka dari dari Pekanbaru (Riau) menuju Labura. Namun mereka bisa sampai ke Kecamatan Nassau akibat arahan dari Geogle Maps.
“Kami ikuti arahan Google Maps itu, namun di ujung aspal sudah buntu,” ujarnya. (Frengki)



