Puluhan Wartawan di Humbahas Gelar Aksi Solidaritas untuk Marsal Harahap  

Dedy Simbolon didampingi Andy Siregar beserta wartawan lainnya menyerahkan salinan pernyataan sikap kepada Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar.

Humbahas, Lintangnews.com | Puluhan wartawan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengatasnamakan ‘Komunitas Wartawan’, Senin (21/6/2021) menggelar aksi turun ke jalan dan Mapolres setempat.

Mereka mengecam adanya aksi kekerasan terhadap jurnalis atas peristiwa penembakan terhadap Mara Salem (Marsal) Harahap (43), wartawan media online  pada Sabtu (19/6/2021) lalu tidak jauh dari kediamannya di Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun dilakukan orang tak dikenal (OTK).

Koordinator Aksi, Dedy Simbolon mengatakan, ini merupakan sebagai bentuk solidaritas terhadap Marsal Harahap yang dibunuh dengan cara menggunakan senjata api (senpi).

“Aksi kekerasan terhadap wartawan masih terus terjadi. Salah satunya rekan kami Marsal Harahap. Jadi, kami mengecam aksi kekerasan itu dan memintaepada pihak Kepolisian untuk mengungkap serta menangkap pelaku hingga dalanng kekerasan itu,” kata dalam aksi di Jalan Merdeka, tepatnya Simpang Empat Kota Dolok Sanggul.

Disebutkan Dedy, pembunuhan terhadap Marsal menunjukkan kekerasan terhadap wartawan atau institusi pers masih merupakan ancaman utama terhadap kemerdekaan pers di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami berduka. Semoga arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa , dan keluarga diberi ketabahan atas tragedi yang mengenaskan itu,” ucapnya.

Dalam aksi itu, para wartawan membawa spanduk bertuliskan ‘stop teror terhadap wartawan dan usut tuntas pembunuh Marsal Harahap’.

Selanjutnya para wartawan bergerak menuju Mapolres Humbahas diterima Kapolres, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar beserta jajaran. AKBP Ronny mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas insiden kematian salah seorang wartawan di Kabupaten Simalungun.

“Tentunya yang bersangkutan meninggal dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Dengan kejadian ini, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dan Polres Simalungun pasti akan mengungkap kasus itu,” katanya.

Dirinya juga berjanji, akan menyerukan ke semua pihak tentang Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Kita berharap pada semua pihak, apabila merasa dirugikan dengan pemberitaan, tidak melakukan cara-cara kekerasan dan mengancam pers. Untuk itu, kita akan sosialisasikan soal ini,” janjinya.

AKBP Ronny juga berharap kepada rekan-rekan jurnalis untuk segera melaporkan pada pihaknya apabila ada ancaman atau gangguan saat melakukan peliputan.

Di akhir pertemuan itu, Dedy didampingi Andy Siregar menyerahkan salinan pernyataan sikap kepada Kapolres. Ini termasuk mengumpulkan kartu pers sebagai aksi simpatik telah terusiknya kebebasan pers dihadapan Kapolres. (DS)