Radiapoh Sinaga Jadikan Pendidikan Sebagai Program Unggulan di Simalungun

Pasangan Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi.

Simalungun, Lintangnews.com | “Pendidikan adalah program unggulan saya. Tidak boleh ada lagi anak-anak di Kabupaten Simalungun tak sekolah, mulai tingkat SD sampai SMA,” ujar Bakal Calon (Balon) Bupati, Radiapoh Hasiholan Sinaga, ketika diminta tanggapannya mengenai pendidikan di daerah itu, Senin (14/9/2020).

IKLAN

Radiapoh menuturkan, pendidikan merupakan sebuah kebutuhan yang berguna bagi kehidupan anak-anak di Simalungun, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam dunia pekerjaan.

Menurutnya, tujuan utama dari pendidikan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pendidikan juga jembatan bagi anak didik untuk dapat memasuki dunia kerja.

Radiapoh menuturkan, pendidikan yang berkualitas di Simalungun dibutuhkan untuk meningkatkan potensi bakat dan minat anak didik, yang nantinya mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

“Apalagi dalam waktu dekat ini kita akan bersiap menghadapi revolusi industri 4.0. Dimana segala sesuatu pekerjaan yang semula begitu sulit, lama dan mahal dalam proses produksi mendadak menjadi mudah, cepat dan murah. Ini lah tantangan yang akan di dihadapi bagi anak-anak didik di Simalungun,” ujar Radiapoh.

Lanjutnya, untuk tenaga pengajar guru sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Ada 4 kompetensi yang harus dipenuhi guru, yaitu pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial.

Untuk memenuhi keempat kompetensi itu sesuai amanat UU, pelatihan pada guru dinilai penting. Meningkatkan kompetensi guru harus dilakukan, termasuk pelatihan mengajar yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi.

Kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, pembekalan dan pemberdayaan guru tentunya penting untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Peningkatan sarana belajar mengajar juga menjadi faktor penting dalam peningkatan kompetensi guru, termasuk menggunakan perlengkapan multimedia dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

“Hal ini akan meningkatkan kompetensi profesional guru yang akan berimbas positif terhadap peningkatakan kualitas anak didik,” ucap Radiapoh.

Dia menambahkan, guru, khususnya di Simalungun diharapkan kedepannya dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas proses mengajar kepada siswa-siswi. Tidak lagi dijejali dan disibukkan dengan administrasi yang membuat waktu guru tersita.

Menurut Radiapoh, kondisi guru di Simalungun dan secara umum di Indonesia memang disibukkan dengan urusan administrasi. Tidak jarang para guru harus mengumpulkan berkas kerja, membuat laporan berjilid-jilid, bahkan sering terkendala karena birokrasi yang berbelit-belit.

“Misalnya guru sertifikasi, ada sejumlah berkas yang harus diisi dan diberkasi, membutuhkan tanda tangan sebagai bukti keabsahan dari pimpinan. Untuk mendapatkan tanda tangan itu, guru sering menjadi korban pungutan liar (pungli). Jika tidak menyetujui, bisa berkasnya tak diloloskan. Itu kita harapkan kedepan, tidak ada lagi,” pungkas Radiapoh.

Dia menambahkan, dengan menyederhanakan sistem pendidikan maka menjadikan guru lebih dekat kepada anak didik. Juga menjadikan guru lebih sejahtera dalam waktu untuk mendidik anak didik dan dalam bidang materi.

Radiapoh menilai, dengan penyederhanaan sistem, maka guru juga akan terhindar dari kemungkinan praktik pungli. Namun yang terpenting, guru juga tidak stres lagi memikirkan pekerjaan mendidikan dan kewajiban membuat laporan.

“Kedepan, semakin banyak anak-anak berbakat dan mendapatkan pendampingan cukup, sehingga potensi yang dimiliki dimaksimalkan,” ujar pria berlatar belakang pengusaha ini. (Rel/Zai)

IKLAN