Rampung Tahun Lalu, Proyek BWSS II di Simalungun Alami Kerusakan Parah

Tampak tembok atau dinding saluran irigasi mengalami ambruk.

Simalungun, Lintangnews.com | Bangunan tembok pembatas saluran irigasi yang telah dibangun tahun 2021 lalu di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun mengalami kerusakan cukup parah.

Pantauan di lokasi proyek Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Senin (25/4/2022), terlihat sekira 50 an meter temboknya mengalami ambruk dan diduga akibat dikerjakan asal jadi.

Tidak terlihat lagi tulangan besi beton yang menjadi pengikat dinding saluran gendong. Bahkan di sejumlah titik dinding penyekat alur irigasinya mengalami retak dan berpotensi mengalami ambruk baru.

Informasi dihimpun dari warga saat melintas lokasi, ambruknya tembok atau dinding beton sudah terjadi sejak 2 minggu lalu. Dan sampai saat itu tak juga diperbaiki oleh pemerintah.

Pengawas Proyek BWSS II, Wadin Haloho mengatakan, proyek itu masih dalam masa pemeliharaan. Dan perbaikannya masih tanggung jawab rekanan pelaksana proyek tersebut.

Bahan material dikatakan sudah ada di lokasi. Sedangkan penanganannya baru akan dilakukan minggu depan atas permintaan warga pemilik kolam. Karena apabila dilakukan penanganan, maka aliran air harus diberhentikan.

Dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek rehabilitasi jaringan irigasi daerah irigasi Kerasaan 5.000 hektar di Simalungun itu dengan harga terkoreksi Rp 28.256.610.000 dimenangkan PT Lampatar. (Zai)

Tampak tembok atau dinding saluran irigasi mengalami ambruk.