Regulasi Keuangan Berubah-ubah, Sejumlah Pejabat BPKAD Simalungun Mengundurkan Diri

Jon Suka Jaya Purba yang mundur diri sebagai Plt Kepala BKAD Pemkab Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Proses keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Simalungun disebut hancur lebur dan terkesan berdarah-darah.

Itu terjadi karena pergantian pejabat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Simalungun kembali terjadi.

“Kepala Badan (Kaban), Sekretaris dan Kepala Bidang (Kabid) Keuangan Pemkab Simalungun berganti. Jadi hancur proses keuangan,” jelas salah seorang pejabat eselon II melalui pesan singkat, Senin (15/2/2021).

Diketahui, pejabat BPKAD yang berganti adalah, Jon Suka Jaya selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan, Nelly Sipayung sebagai Sekretaris dan Nizar sebagai Kabid Keuangan.

“Sudah sertijab (serah terima jabatan) mereka tadi pagi,” ungkap seorang sumber saat ditemui di seputaran Kecamatan Raya tak jauh dari DPRD Simalungun, Senin (15/2/2021).

Kali ini, pergantian pejabat di BKAD Pemkab Simalungun kembali terjadi, setelah Jon Suka Jaya Purba, Nelly Sipayung dan Nizar lebih memilih mengundurkan diri dari jabatannya.

“Karena ada anggaran yang sudah dikeluarkan dari kas daerah tak sesuai regulasi. Mungkin karena takut orang itu terjerat hukum, makanya mengundurkan diri,” ungkapsumber lainnya saat ditemui tak jauh dari DPRD Simalungun, Senin (15/2/2021).

Besaran anggaran yang telah dikeluarkan dari kas daerah untuk tahap pertama berkisar Rp 46 miliar, dengan dalih untuk kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) demi pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19).

“Rinciannya Rp 12 miliar untuk 2 institusi vertikal dalam pengamanan di lapangan saat penegakan disiplin prokes, itu lah yustisi. Kemudian, proyek di sejumlah sekolah,” papar mantan pejabat BPKAD tersebut.

Sementara Jon Suka saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (15/2/2021) membenarkan telah dilakukan sertijab. “Iya tadi sertijab,” ujarnya.

Saat ditanya siapa sebagai penggantinya? Jon Suka Jaya menyebutkan, Eva Tambunan yang sebelumnya Camat Girsang Sipangan Bolon. “Dia merangkap Sekretaris,” sebutnya sembari mengaku tetap sebagai Asisten III.

Kembali ditanya, apa alasan terjadinya pergantian dan apakah karena Biaya Tidak Terduga (BTT) digelontorkan untuk kegiatan Covid-19 lagi? Jon Suka mengatakan, atas permintaannya kepada Bupati, JR Saragih.

“Bukan. Tetapi saya sampaikan ke bapak (Bupati Simalungun), tidak tahan dengan regulasi-regulasi dari pusat yang berubah-ubah. Jadi saya yang meminta ke bapak,” kata Jon Suka.

Terpisah, Kepala Badan Pelatihan, Pendidikan dan Kepegawaian Daerah (BPPKD) Simalungun, Jamesrin Saragih didampingi Kabid Pengembangan dan Karir, Eka Barus saat ditemui, membenarkan ketiga pejabat BKAD itu mengundurkan diri.

“Secara lisan disampaikan ke Sekda (Sekeretaris Daerah) hari Selasa itu. Kemudian, Nelly dan Nizar hari Rabu,” ucap Jamesrin sembari menyampaikan mengenai alasan mengundurkan diri agar bertanya kepada bersangkutan. (Zai)