Rehab SMPN 2 Raya Diduga Menyimpang, Ketua LSM Ini Paksa Wartawan Ralat Berita

Ketua LSM KPK Nusantara, Master Sumbayak dan diduga besi bekas yang digunakan sebagai penulangan cor tiang gedung SMP Negeri 2 Raya.

Simalungun, Lintangnews.com | Ketua LSM Nusantara, Master Sumbayak meneror wartawan meralat berita atas dugaan penyimpangan petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) pada rehabilitasi 6 ruang kelas SMP Negeri 2 Raya di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Dikutip dari pesan singkat telepon selulernya, Senin (4/11/2019), Master mengatakan, dirinya telah membaca pemberitaan lintangnews.com atas dugaan penggunaan besi bekas sebagai penulangan rehabilitasi ruang kelas SMPN 2 Raya.

“Maaf kami telah baca beritanya. Sebagai sesama rekan pers boleh saling mengingatkan supaya siapa pun diantara teman terhindar melawan UU yang mengatur kemerdekaan pers. Tapi harus juga tidak lupa keharusan berimbang,” ungkapnya.

Menurutnya,atas dasar merasa sesama rekan pers, dirinya berhak meneror agar wartawan lintangnews.com meralat berita tentang Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Raya.

Pasalnya, pengakuan Kepsek dan pembuktian isi berita Saragih pemilik showroom, serta fakta lain dinilai tidak aktual.

“Berita yang dinaikkan tentang Kepsek SMPN 2 Raya yang pengakuan sama saya dan pembuktian isi berita Saragih pemilik showroom dan fakta lain yang tidak aktual. Untuk hal tersebut, ada baiknya segera teman buat ralat berita,” terornya.

Terkait isi SMS itu, Kepsek SMPN 2 Raya, Lamhot H Saragih mengaku, tidak mengetahui aksi teror yang telah dilakukan Master.

“Itu saya kurang tau. Tetapi memang dia nya mendapat info. Sehingga awalnya dia marah sama saya,” ungkapnya.

Dikatakan Lamhot, dirinya dimarahi Master karena pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 2 Raya masuk dalam pemberitaan. “Kog bisa seperti berita itu pengerjaanmu,” tiru Lamhot.

Dirinya pun menjawab, tak seperti itu berita, sehingga dirinya butuh klarifikasi.

“Itu awalnya percakapan kita sama abang itu (Master),” tukas Lamhot, seraya menjelaskan abangnya tersebut sedang pesta di Tanjung Balai hingga tak dapat dihubungi. (Zai)