Rekanan Dinas BMBK Sumut Terapkan PP Nomor 29 Tahun 1980 dalam Pengerjaan Proyek di Simalungun

Para pekerja pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Provinsi.

Simalungun, Lintangnews.com | Rekanan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, CV Makkurtur Dongan terapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan pada pembangunan Jembatan Provinsi di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Diketahui, PP Nomor 29 Tahun 1980 dimaksud CV Makkutur Dongan itu yakni tentang tidak melayani permintaan sumbangan dalam bentuk apa pun. Pihak rekanan Dinas BMBK Sumut juga mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Pantauan di lokasi, Selasa (26/10/2021), sejumlah pekerja cor bertulangan besi tidak memakai helm, sepatu boots, sarung tangan, masker dan ear plug yang merupakan alat pelindung diri dalam K3 dan manfaatnya kepada para pekerja.

Tertuang pada plang kegiatan, nama paket proyek Dinas BMBK Sumut yang dikerjakan CV Makkurtur Dongan itu yakni pembangunan Jembatan Provinsi dengan Konsultan Pengawas, CV Rancang Bangun Konsultan dan tanggal kontrak, 23 Agustus 2021.

Diketahui nilai kontrak sebesar Rp 9.757.497.815 bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran (TA) 2021, dengan masa kerja atau masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Disinggung terkait bronjong pada kegiatan itu, pelaksana lapangan bermarga Harahap menyebutkan, tergantung kondisi cuaca.

“Kalau bagus cuaca, gak longsor longsor lagi gitu, tetapi kita kan melihat keadaan mana yang diiuan yang harus disiapkan. Kalau dalam perencanaan iya memakai bronjong,” terangnya.

Menurutnya, sesuai gambar kerja, ukuran tebal dan tinggi bronjong memakai volume. “Itu memakai volume 2 x 1 x 0,5,” imbuhnya menjelaskan bahwasanya 0,5 dimaksud adalah tinggi bronjong yang dipasang dari pondasi, namun tanpa menerangkan 2 x 1 dimaksud.

Dikatakan Harahap, pihaknya memasang bronjong di luar kontrak kerja. “Longsor ini dulu gak ada, terpaksa diamankan. Kalau gak diamankan, gak aman lah kami tidur. Jadi biar aman kami tidur, maka dibuat di awal walaupun gak dihitung,” ungkapnya. (Zai)