Ronald Hutapea Tega Bakar Rumah Sendiri dan Minum Baygon

Rusmina menunjukan rumahnya yang hampir hangus dibakar suami.

Simalungun, Lintangnews.com | Ronald Hutapea (53) warga Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun merupakan suami dari Rusmina boru Panjaitan (41) tega membakar rumahnya sendiri.

Kejadian itu terjadi pada saat menyambut malam Tahun Baru pada Selasa (1/1/2019), sekira pukul 07.00 WIB saat istri dan keempat anaknya sedang tertidur pulas di depan televisi yakni, Angel (18), Winda (14), Hengki (10), dan Herman (6), serta 3 keponakannya, yakni Leo (18), Agnes (20) serta Niko (20).

Beruntung Rusmina bersama 4 orang anaknya dan 3 keponakannya selamat dari maut, yang diakibatkan suaminya sendiri.

Hal itu diungkapkan Rusmina saat ditemui wartawan di rumahnya. Awalnya Rusmina mengetahuhi rumahnya ingin dibakar saat anaknya yang paling bungsu, Hengki terbangun dan melihat Ronald sedang menyirami ruang tengah mereka dengan menggunakan bensin. Melihat itu, Hengki pun membangunkan Rusmina.

“Anak saya paling kecil yang melihatnya. Terus saya dibanguni anak,” kata Rusmina. Selasa (8/1/2019).

Rusmina menuturkan, tidak mengetahui pasti alasan suaminya melakukan hal tersebut. Karena, pada Minggu (30/12/2018) malam, tidak ada perselisihan antara dia dan suaminya.

“Senin malam kami tidur di rumah. Nggak ada masalah. Dia (Ronald) tidur di kamar, kami di depan TV,” ungkapnya.

Namun, kata Rusmina, hubungan rumah tangganya memang sudah tidak harmonis sejak tahun 2015. “Dia (Ronald) sering main fisik. Leher saya pernah ditusuk pakai pisau,” terangnya.

Sambungnya, sebelumnya Ronald kerap meminta uang dan sertifikat rumah mereka. Ronald berkeinginan mengganti nama di sertifikat rumah dari nama Rusmina menjadi namanya.

“Memang dia (Ronald) suka main judi. Kalau mabuk gak pernah. Masalahnya ini karena uang lah. Saya memang gak pernah kasih uang, sertifikat pun nggak saya kasih. Karena rumah itu keluarga Panjaitan yang bangun,” ucapnya.

Rusmina di Polsek Balata saat melaporkan suaminya.

Setelah itu, Rusmina mendatangi Ronald untuk mengambil mancis yang sedang dipegangnya. “Dia bilang ‘saya bakar rumah ini, kubakar’,” ujar wanita berusia 41 tahun ini menirukan perkataan suaminya saat itu.

Sayangnya, Ronald langsung melemparkan mancis yang sudah hidup ke arah dinding penuh bensin. Akibatnya, ruang tengah rumah itu pun terbakar.

“Setelah terbakar, saya lari ke luar. Saya suruh anak-anak dan keponakan keluar dari pintu belakang,” ujar Rusmina.

Ronald juga keluar dari dalam rumah. Dikabarkan, Ronald meminum cairan Baygon hingga tak sadarkan diri.

“Saya langsung suruh keponakan menyiram api itu. Langsung padam juga. Saya nggak lihat dia (Ronald) minum baygon. Warga dan anak-anak yang bilang. langsung pergi ke (kantor) Polsek (Tiga Balata),” beber Rusmina.

Karena kasus itu belum selesai, Rusmina yang seharusnya kembali ke Papua pada Sabtu (5/1/2019) hingga kini masih di rumahnya. “Saya sudah 3 kali ke (kantor) Polsek. Tapi laporan pengaduanku belum diproses. Katanya tunggu dia sembuh dulu setelah minum Baygon itu, ” keluh Rusmina.

Rusmina khawatir, Ronald yang saat ini diketahui berada di rumah keluarganya di Panei Tongah, Kecamatan Panei, Simalungun, akan kembali dan melakukan hal yang lebih parah.

“Kalau tiba-tiba kami dibunuh, siapa yang tanggungjawab? Makanya, saya ingin kasus ini segera diproses. Supaya ada jaminan bahwa anak-anak akan aman ketika saya kembali ke Papua,” katanya.

Kini, kasus tersebut sudah ditangani Polsek Tiga Balata.

“Kita selidiki dulu,” tegas Kanit Reskrim Polsek Tiga Balata Ipda D Pasaribu. (irfan)