Sat Narkoba Polres Humbahas Ungkap Jaringan Narkotika di Rutan dan Ringkus 3 Tersangka

Kasat Narkoba, AKP Rissad Manalu saat memberikan keterangan pers di Polres Humbahas.

Humbahas, Lintangnews.com | Satuan Reserse Narkoba Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil mengungkap jaringan narkotika yang dikendalikan dari dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbahas.

Diketahui pelaku bernama Mikael Agustinus Marbun (52) warga Pahieme Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengendalikan peredaran sabu-sabu dari balik jeruji, dengan bantuan dua kroninya, yakni Gulman Simamora (52) dan Alexander Tanto Pakpahaan (37).

Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar melalui Kasat Narkoba, AKP Rissad Manalu mengungkapkan, awalnya pihaknya meringkus Gulman dan Alexander yang hendak menjual sabu ke daerah Humbahas.

“Petugas sudah lama melakukan penyelidikan dengan melakukan penyamaran sebagai pembeli terhadap keduanya. Akhirnya yang ketiga kalinya dari penyelidikan, keduanya berhasil ditangkap di Dusun II Aek Godang Arbaan, Desa Onan Ganjang,” jelas AKP Rissad dalam keterangan persnya, Senin (17/5/2021).

Petugas menemukan 1 bungkus plastik jenis sabu dengan berat 13 gram yang terbungkus dalam plastik warna biru dan selembar tisu warna putih dari tangan kedua tersangka.

Dikatakan Rissad, saat diinterogasi keduanya mengaku, barang haram yang hendak dijual itu milik Mikael yang berada di Rutan Humbahas.

“Keduanya disuruh Mikael untuk mengantarkan sabu melalui handphone (HP),” kata AKP Rissad.

Mendengar pengakuan itu, petugas langsung bergerak cepat menuju Rutan Humbahas dan mengamankan tersangka. Kemudian memboyong ke Polres Humbahas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Saat dilakukan interogasi, tersangka Mikael mengakui perbuatannya. Dari Mikael disita 2 unit HP sebagai alat komunikasi yang digunakan ke Gulman,” terang AKP Rissad.

Dia menambahkan, dalam kasus ini, Gulman dan Alexander mengakui, mereka jika berhasil menjual sabu dengan berat 13 gram diiming-imingi uang sebesar Rp 1 juta. Keduanya mengakui, perbuatan mereka ini baru pertama kali dilakukan dan atas ajakan Mikael.

Atas perbuatannya, Gulman dan Alexander dikenakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 Undang-Undang (UU( RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Mikael dikenakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009.

Sementara itu, Kepala Rutan Humbahas, Revanda membenarkan warga binaannya yang ditangkap merupakan pindahan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sibolga.

Revanda menambahkan, warga binaan yang ditangkap juga terlibat kasus narkoba.

“Ditahan terlibat narkoba juga, tetapi untuk lebih jelasnya, kita akan melakukan konferensi pers,” paparnya. (Frengki/DS)