Sejumlah Organisasi Kecam Isu Hoax Wali Kota Siantar Disebut Intoleran

Wali Kota Siantar, Susanti Dewayani saat menghadiri baksos yang diselenggarakan BSS Foundation.

Siantar, Lintangnews.com | Sejumlah elemen organisasi di Kota Siantar angkat bicara terkait isu intoleran yang dilakukan sekelompok orang-orang tidak bertanggung jawab, dengan menampilkan di YouTube, maupun media sosial (medsos) lainnya.

Zainul Siregar selaku Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Siantar menilai, akibat ulah sekelompok orang itu dapat membuat Siantar tidak menjadi kondusif.

Hal itu dinilai Zainul jangan dibiarkan, agar tidak berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Ia mengaku, telah melihat video yang disebarkan di medsos. Menurutnya, gambar yang ditampilkan merupakan perayaan Hari Raya Imlek di Jalan Bandung beberapa tahun lalu.

“Itu kan di beda tempat. Lokasi yang melanggar ketentuan, wajar jika ditertibkan. Jika memungkinkan, penegak hukum bisa melakukan tindakan,” sebutnya, Minggu (15/1/2023).

Dalam hal ini, Zainul mengaku, di bawah kepemimpinan Susanti Dewayani sebagai Wali Kota, toleransi di Siantar semakin terjaga dan terawat.

“Ibu Wali Kota merupakan orang yang menjaga toleransi, jangan dirusak Siantar ini dengan informasi yang hoax,” sebut Zainul.

Senada dengan hal itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Siantar, Henry Hutapea mengatakan, Kota terbesar setelah Medan ini jangan dirusak toleransinya oleh orang -orang yang tidak bertanggungjawab.

“Kita sudah merawat toleransi ini sejak lama, mari dijaga. Terkait isu diskriminasi yang dimunculkan, itu isu hoax,” ujarnya.

Menurutnya, Susanti sejak menjabat sebagai Wali Kota merupakan orang yang konsern terhadap toleransi dan hadir di seluruh kelompok agama, etnis dan suku.

“Terbukti di seluruh acara hari besar keagamaan, Wali Kota selalu hadir. Jadi, mari kita jaga kekondusifan ini. Kita jangan dipecah belah oleh sekelompok orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tutup Henry. (Rel)