Sejumlah Pedagang Ditertibkan, Andika Sinaga Protes Keras Kebijakan Camat Siantar Barat

Pedagang kaki lima (Ist).

Siantar, Lintangnews.com | Kebijakan Pardomuan Nasution selaku Camat Siantar Barat dalam menertibkan pedagang diprotes keras dan dinilai kurang tepat. Apalagi di tengah perekonomian yang baru saja ambruk akibat pandemi Covid-19.

Kebijakan itu dinilai tidak berperikemanusiaan dan tidak peka melihat situasi yang terjadi.

Salah satu pedagang yang berjualan di Jalan Sudirman mengeluhkan kebijakan penertiban yang dilakukan Camat Siantar Barat.

“Di situasi saat ini, kita masih merasa cukup sulit. Tolong lah pak Camat, jangan berikan kami kesusahan baru. Pekerjaan ini hanya menyambung hidup saja,” ujar pedagang yang biasa berjualan di Jalan Kartini sembari meneteskan air mata saat ditemui, Rabu (6/10/2021).

Sambung pedagang yang lain, mereka bingung harus bekerja apa lagi, jika sampai berhenti berjualan.

“Bagaimana nasib anak-anak kami, belum lagi soal kebutuhan hidup. Padahal berjualan ini merupakan sumber mata pencaharian kami,” sebut ibu 3 orang anak ini dengan muka yang murung.

Terkait hal itu, Pardomuan Nasution berkilah, penertiban tersebut telah berlangsung hampir tiap hari. Menurutnya, penertiban terhadap pedagang yang menggunakan trotoar dan bahu jalan untuk berjualan atau meletakkan media iklan jualannya.

“Karena sesuai Undang-Undang (UU) dan Peraturan Daerah (Perda), fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki. Dilarang meletakkan benda apapun di atasnya, atau memanfaatkannya untuk kepentingan lain,” terangnya.

Ia menambahkan, sesuai kesepakatan rapat antara pihak Kecamatan, Danramil dan Satpol PP, maka penertiban dilakukan bertahap.

“Anak sekolah juga sudah masuk, sehingga keberadaan trotoar semakin urgent (penting). Dan perlu dicatat, mereka jualan sejak sebelum pandemi. Jadi tidak tepat pandemi dijadikan alasan. UU tidak membolehkan. Jangan kita melanggar UU untuk membolehkan sesuatu yang masih ada pilihan lainnya. Kalau dibiarkan, akan semakin sembrawut wajah kota kita. Terlebih Siantar Barat adalah perwajahan kota ini,” kilahnya.

Disinggung dikhawatirkan akan muncul masalah baru ketika penertiban dilakukan, Pardomuan membantahnya. Menurutnya, hal itu terlalu berlebihan. “Itu berlebihan, silakan menggunakan halaman toko atau Indomaret. Bukan bahu jalan dan trotoar. Itu hak orang lain,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Andika Prayogi Sinaga selaku Ketua Komisi I DPRD Siantar meminta kepada Camat Siantar Barat untuk arif dan bijaksana dalam mengambil sebuah kebijakan apalagi di tengah Pandemi Covid-19 ini.

Ia menjelaskan, tidak mengamini pelanggaran aturan, hanya saja di situasi saat ini penertiban pedagang yang notabene masyarakat kecil dinilai kurang tepat.

Andika mengaku, sejumlah pedagang sengaja menemui dirinya untuk menceritakan keluh kesah karena kebijakan penertiban yang dilakukan pihak Kecamatan Siantar Barat.

Dia juga menegaskan agar Camat Siantar Barat bijaksana dalam membuat sebuah kebijakan.

“Jangan sampai menyusahkan pedagang lagi, mereka sudah susah di pandemi Covid-19 ini. Tolong lah jangan dibuat susah lagi. Kita minta Camat Siantar Barat ini dievaluasi karena sudah menambah kesusahan warga,” tutup Ketua Fraksi Hanura DPRD Siantar ini, Kamis (7/10/2021). (Elisbet)