Sekolah Adiwiyata YBS Lakukan Aksi Penanaman Pohon di Pantai Fasifik Porsea

Ketua Yayasan Bonapasogit Sejahtera, Juanda Panjaitan menanaman bunga pucuk merah.

Toba, Lintangnews.com | Ketua Yayasan Sekolah Bona Pasogit Sejahtera, Juanda Panjaitan melakukan penanaman bunga, Kamis (24/6/2021).

Penanaman bunga jenis pucuk merah dilakukan di pinggir Danau Toba, tepatnya dimulai dari pintu masuk pantai Pasifik Porsea, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba hingga ke bibir Pantai Danau Toba.

Sekitar 500 batang pohan bunga Pucuk Merah ditanam di lokasi Pantai Pasifik sepanjang jalan pintu masuk menuju pinggir Pantai Danau Toba. Penanaman dilakukan siswa-siswi dan kader PKK, serta masyarakat yang sudah hadir di lokasi tersebut.

“Kita datang dari Yayasan Bona Pasogit Sejahtera, bergerak di dunia pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah ini dibangun dan didanai PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL). Namun yang sekolah di sini justru lebih banyak anak-anak non karyawan yang berasal dari sekitar perusahaan,” terang Juanda.

Siswa-siswi yang dididik dan dibentuk di yayasan ini juga merupakan kontribusi PT TPL. Sekolah ini cukup bisa dibanggakan baik di tingkat Kabupaten, Provinsi sampai nasional baik itu secara akademis baik juga pengembangan bakat.

Sekolah ini juga sering bergerak di bidang lingkungan dan mencapai prestasi sampai ke tingkat Adiwiyata Nasional Mandiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Tujuan dilakukannya kegiatan lingkungan ini sebagai bentuk kontribusi terhadap keindahan Danau Toba yang disponsori PT TPL. Sekolah ini didirikan PT TPL nanti rencananya kegiatan seperti ini akan semakin luas untuk menunjukkan sekolah juga peduli lingkungan.

“Saat ini kawasan Toba lagi gencar-gencarnya membangun pariwisata yang peduli lingkungan yang tentunya bersih indah dan sehat. Dengan menanam pucuk merah ke pusat daerah wisata di pantai Pasifik ini, tentunya nanti secara bertahap membangun tempat wisata dan harus bertahap dan kontiniu agar tercapai tujuan keindahan,” papar Juanda.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Kepala Desa (Kades) dan tokoh masyarakat agar tanaman ini bisa dirawat, serta tumbuh agar tidak sia-sia.

Seharusnya kegiatan ini akan melibatkan semua siswa-siswi, namun karena dalam suasana pandemi Covid-19, hanya beberapa orang saja yang dilibatkan beserta guru pengajar. (Aldy)