
Deli Serdang, Lintangnews.com | Dalam kunjungannya, Sekretaris Badan Karantina Pertanian (Barantan), Wisnu Haryana, melaunching Klinik Ekspor ‘Horas Medan’ di kantor Badan Karantina Pertanian Medan Jalan Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/12/2021).
Wisnu mengatakan, nantinya Klinik Ekspor Horas Medan ini dapat dipergunakan dengan baik dan akan membawa kebaikan untuk semua, khususnya para pengguna jasa, agar mudah memperoleh informasi terkait ekspor.
“Untuk memudahkan para pelaku ekspor ini harus ada websitenya. Sehingga para pelaku tidak perlu harus datang terkait informasi melakukan ekspor ke luar negeri,” sebutnya.
Kepala Badan Karantina Pertanian Medan, Lenny Hartati Harahap mengatakan, arti dari Horas adalah Hebat, Oke, Ramah, Akuntabel dan Siaga. Menurutnya, kalimat Horas semacam ucapan salam yang membawa makna kehangatan dan keakraban bagi mereka yang saling bertemu.
Biasanya, ketika seseorang yang bertemu dengan kawannya yang berasal dari Medan, Sumatera Utara terutama orang Batak, secara spontanitas ungkapan Horas menjadi pembuka keakraban mereka.
Lenny menjelaskan, tujuan Klinik Ekspor Horas Medan antara lain memberikan informasi pelayanan sertifikasi ekspor dan pendampingan Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian).
Kemudian Smart Green House koleksi tanaman yang diekspor dari Sumut dan Imace atau mempermudah informasi ekspor (Indonesia Map Of Agricultural Commodities Ekspor), serta dilengkapi laboratorium dan mobil ekspor (Klinik ekspor keliling memberikan informasi dan bimbingan tentang ekspor).
Dan terakhir, Desa Gratieks (menguatkan aktifitas produksi/on farm maupun pasca produksi untuk mendorong para petani/produsen dari hulu hingga ke hilir sampai eksportir menuju tiga kali lipat ekspor).
“Target Gratieks Badan Karantina Pertanian Medan untuk tahun 2021 sebesar 20 persen. Dan sampai November 2021, target kita sudah mencapai 35,81 persen, sehingga diprediksi sampai Desember akan mencapai 36 persen lebih,” ujar Lenny.
Ada pun komoditas yang diekspor dari Karantina Medan seperti, biji kopi, bunga potong dracaena spp, tanaman hias hasil kultur jaringan, chrysanthemum spp, aglaonema spp., vanilla beans, lobak frozen, ubi rambat frozen, jernang, bambusa spp, sarang burung wallet dan lipan kering, dengan negara tujuan Amerika, Belanda, Inggris, Jepang, Hongkong, Singapura, Malaysia dan lainya. (Idris)


