Selama 3 Tahun STP Berkontribusi Jaga Kebersihan Danau Toba

Aksi pembersihan enceng gondok di Danau Toba.

Simalungun, Lintangnews.com | Tunjukkan komitmen di bidang lingkungan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk melalui anak usahanya PT Suri Tani Pemuka (STP) berpartisipasi dalam Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (Gaul) demi menjaga kebersihan Danau Toba.

Selama 3 tahun berturut-turut Japfa mengikuti kegiatan ini bersama dengan ratusan pemuda dan masyarakat di Danau Toba. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dimulai dari tanggal 8-10 Maret 2019 berlokasi di Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun.

Selain sebagai upaya pelestarian Danau Toba, kegiatan juga dilaksanakan untuk menyambut Hari Air Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret.

Japfa bekerja sama dengan Saka Kalpataru yang merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka di Gerakan Pramuka, khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup.

Tahun ini, kegiatan itu diikuti oleh 300 anggota Pramuka Kwartir Cabang di Simalungun dan Asosiasi Dhaerma Haranggaol (asosiasi pembudidaya ikan).

“Kebersihan Danau Toba dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat luas. Aksi ini merupakan tanggung jawab kita bersama, baik dari sisi masyarakat maupun perusahaan,” ujar Misliani Saragih selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Simalungun.

Dia menambahkan, Saka Kalpataru berkerjasama dengan Japfa melakukan kegiatan ini secara bersama-sama.

Sebagai sentra budidaya ikan di Danau Toba, pada hari pertama dilakukan pelatihan berbentuk sosisalisai mengenai CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik).

Para peserta belajar bagaimana cara memelihara atau membersarkan ikan, serta mamanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol dengan memperhatikan sanitasi dan pakan. Sosialisasi ini diikuti oleh 100 orang peserta dari masyarakat petani atau pembudidaya ikan.

Pada hari kedua, dilaksanakan kegiatan hijau dengan langsung mengarahkan peserta ke lokasi yang menjadi target pembersihan.

Operasi Pungut Lihat Sampah (Opung Lisa) juga turut dilakukan di area sekitar pesisir Haranggaol serta pembersihan rumah ibadah sebagai salah satu agenda Giat Gaul.

Aksi jemput sampah serta pembersihan areal darat seputaran pantai merupakan bagian dari kampanye pengurangan sampah oleh Saka Kalpataru.

Acara ditutup dengan pemberian materi Kesakaan untuk seluruh anggota Pramuka Kwartir Simalungun. Materi mencakup 3R (Reuse, Reduce dan Recycle), perubahan iklim dan keanekaragaman hayati diberikan kepada peserta untuk menyiapkan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Dengan adanya rangkaian kegiatan dari mulai sosialisasi CBIB hingga bersih-bersih ini diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dapat semakin meningkat,” ujar Hendri Dayu selaku Head of Grow Tilapia PT Suri Tani Pemuka.

Menurutnya, kampanye pengurangan sampah dan implementasi kepedulian pada lingkungan perairan dapat ditanamkan khusunya pada generasi muda untuk kedepannya bisa menjadi contoh bagi anak Indonesia.

Hendri menuturkan, kegiatan lain yang dilakukan Japfa dalam mendukung kelestarian lingkungan adalah dengan upaya penghijauan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dengan luas 20 hektar dan 11.000 Pohon. Kegiatan ini sudah dilaksanakan pada tahun 2017 dan saat ini dalam masa pemeliharaan dan penyulaman tanaman.

“Selama 2 tahun terakhir semenjak 2017, kami juga mengadakan kegiatan dengan menyasar anak Sekolah Dasar, yakni dengan diadakannya Japfa for Kids Go Green. Tahun ini kami menginisiasi program terbaru sebagai lanjutan kegiatan JAPFA for Kids yaitu program Sekolah Sehat. Kegiatan kepedulian lingkungan ini dilakukan sejalan dengan visi perusahaan untuk terus ‘Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama’,” sebut Hendri. (rel)