Jakarta, Lintangnews.com | Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun, Persatuan Bulutangkis (PB) Lubang Buaya Jakarta Timur menggelar turnamen internal.
Ajang kompetisi bulutangkis yang akan digelar mulai 13 Agustus ini hanya berlaku untuk para pebulutangkis yang selama ini memang rutin latihan bersama di PB Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.
Ketua panitia penyelenggara, Edo Pandjaitan mengatakan, turnamen internal PB Lubang Buaya 2022 ini tujuannya untuk menyambut HUT Kemerdekaan ke 77 melalui kompetisi bulutangkis.
“Melalui turnamen internal bulutangkis ini akan lebih memacu semangat nasionalisme, mengukuhkan kebersamaan, mempererat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman para anggota PB Lubang Buaya,” kata Edo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (10/8/2022).
Menurut Edo, ajang bulutangkis ini juga dihadirkan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh anggota PB Lubang Buaya melalui konsep kebersamaan dan kekeluargaan. Hal ini juga sesuai dengan tema perayaan HUT Kemerdekaan ke 77 tahun yaitu, Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat.
“Kita kedepankan kebersamaan meski pelaksanaan turnamen internal ini sederhana, tetapi kekompakan dan kekeluargaan yang dihadirkan, agar semangat persatuan dan kesatuan di PB Lubang Buaya kembali melebur,” ujar Edo.
Dia menjelaskan,peserta pemain yang mengikuti turnamen internal bulutangkis PB Lubang Buaya ini membludak, dan terbagi menjadi 14 tim beregu yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang pemain dengan klasifikasi A, B dan C.
Meskipun peserta pemain yang ikut berkompetisi di GOR Papi, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur itu membludak, namun dapat dipastikan pelaksanaannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Peserta turnamen internal tahun ini cukup banyak karena antusiasme mereka besar sekali. Tetapi, kita akan pastikan pelaksanaannya dengan menerapkan prokes sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah di masa pandemi Covid-19,” tambah Edo.
Sementara itu, Penasehat PB Lubang Buaya, Matnoor Tindoan turut mengapresiasi rencana turnamen internal bulutangkis yang digelar tersebut.
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Jakarta Timur ini menilai, melalui ajang turnamen internal seperti itu para pebulu tangkis PB Lubang Buaya jadi lebih bersemangat dan semakin dapat mempererat persatuan dan kesatuan di antara para pebulu tangkis lainnya.
“Selain sebagai wadah kompetisi, turnamen internal itu dapat memacu semangat anak bangsa dalam menyambut hari kemerdekaan bagi para pebulu tangkis, sekaligus menjadi ajang silarurahmi bersama,” kata Matnoor.
Di sisi lain, Matnoor juga mengingatkan melalui ajang turnamen internal itu agar fokus untuk menanamkan kecintaan dan rasa bangga terhadap jasa-jasa para pahlawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia.
“Semangat kemerdekaan itu harus terus dijaga, dibina, dan ditumbuhkembangkan dari generasi ke generasi seterusnya. Terutama dalam hal mengisi kemerdekaan Indonesia melalui kegiatan-kegiatan yang positif dan berprestasi,” sebut Matnoor.
Senada dengan itu, Pembina PB Lubang Buaya Togap Gurning juga mengingatkan agar ajang turnamen internal tersebut harus mengedepankan kekompakan dan kebersamaan.
“Tujuannya turnamen internal itu harus mengedepankan kebersamaan, kekompakan, gotong royong, sama rasa sama rata dalam menyambut Hari Kemerdekaan ke 77 tahun,” kata Papi sapaan akrab Togap.

Papi mengatakan, meskipun ajang turnamen internal digelar secara sederhana namun ajang ini persiapannya harus benar-benar maksimal.
“Panitia persiapannya harus betul-betul mantap, namun yang paling penting jangan lupa mengedepankan kebersamaan dan kekompakan itu diutamakan. Jaga solidaritas dan junjung tinggi sportivitas,” pesan Papi mengingatkan.
Berikut pembagian grup turnamen internal PB Lubang Buaya sektor ganda putra:
Grup 1 (Agus, Aries dan Mbah Kung). Grup 2 (Syahrul, Dika dan Tuki). Grup 3 (Kuncoro, Salubis dan Suwarno). Grup 4 (Diansyah, Herry Koyobana dan Muchtar Manurung). Grup 5 (Sindu, Dewo dan Chane). Grup 6 (Ivan Morfosa, Santoso dan Abas). Grup 7 (Edo Pandjaitan, Pipit dan Santo Bae). Grup 8 (Kucun, Matnoor Tindoan dan Yanto). Grup 9 (Rahmat, Hendra dan Ramli). Grup 10 (Kusnadi, Ivan Sutomo dan Bule). Grup 11 (Haryono, Rokib dan Narko). Grup 12 (Ferry Boyoh, Robani Kahfi dan Robani B). Grup 13 (Yendrizal, Andi Kumis dan Juned). Grup 14 (Lutun, Ishak dan Jaja). (Red)



