Sempat Diskors, Paripurna 4 Perda Humbahas Akhirnya Disahkan

Wakil Bupati Humbahas, Oloan Paniaran mewakili Bupati Dosmar Banjarnahor menandatangani kesepakatan atas disetujuinya 4 Ranperda menjadi Perda.

Humbahas, Lintangnews.com | Meskpun sempat diskors, akhirnya DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengesahkan 4 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam sidang paripurna di gedung dewan setempat, Senin (1/11/2021).

Pengambilan keputusan dilakukan, setelah paripurna yang sempat menskors karena Wakil Bupati, Oloan Paniaran Nababan mewakili Bupati Dosmar Banjarnahor izin sebentar karena mengikuti acara adat batak untuk memberikan ulos tujung kepada adik perempuannya.

Sidang dipimpin Ketua DPRD, Ramses Lumbangaol dihadiri para anggota dewan, Sekretaris Daerah (Sekda), Tonny Sihombing dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pengambilan keputusan ini berjalan mulus dan tanpa diwarnai interupsi.

“Akhirnya, dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (TYME), rapat paripurna pada hari ini, Senin 1 November 2021 tepat pukul 15.15 WIB kami tutup dengan resmi. Sekian dan terima kasih,” kata Ramses sembari mengetuk palunya hingga 3 kali sambil mengucap kata ‘Horas’ sebanyak 3 kali.

Wakil Bupati dalam sambutanya menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada anggota dewan.

“Kita telah melaksanakan rangkaian kegiatan rapat paripurna, mulai dari penyampaian nota pengantar, pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD, penyampaian nota jawaban. Serta rapat pembahasan gabungan komisi terhadap 4 Ranperda, sehingga pada saat ini kita sampai para rapat paripurna dalam rangka penyampaian keputusan DPRD terhadap Ranperda dimaksud,” kata Oloan.

Lanjut dia, keempat Ranperda yang ditetapkan ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah atasan untuk mendapat pengesahan, serta bisa saja terjadi perbaikan untuk memenuhi ketentuan dan beban kerja sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, akan menjadi landasan pelaksanaan evaluasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Humbahas. Dan, penyelenggaraan kewenangan daerah dalam hal pemungutan retribusi daerah dan pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, serta pencabutan peraturan daerah bidang perizinan dan non perizinan sebagai tindaklanjut kebijakan pemerintah melalui perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Oloan juga mengharapkan, kedepan terpelihara kemitraan dan kerja sama yang selama ini telah berjalan dengan baik. “Dengan demikian tantangan yang masih terbentang di hadapan kita dapat diatasi secara bertahap, demi mewujudkan harapan kita bersama yaitu ‘Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermentalitas Unggul,” katanya.

Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan 4 Ranperda untuk disahkan yakni, Ranperda tentang Perubahaan atas Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah dan tentang Retribusi Daerah.


Wakil Bupati Humbahas, Oloan Paniaran memberikan ulos tujung kepada adik perempuannya, Senin (1/11/2021) di rumah duka.

Kemudian, Ranperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Bidang Perizinan dan Non Perizinan.

Sebelum diambil keputusan sebanyak 6 Fraksi membacakan pendapat akhirnya. Keenam fraksi itu adalah, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Hanura, Fraksi Nasdem, Fraksi Gerindra Demokrat dan Fraksi Persatuan Solidaritas.

Wakil Bupati Berduka

Terpisah, Wakil Bupati mengakU, ketidakkehadirannya disela-sela paripurna pengambilan keputusan 4 Ranperda menjadi Perda dikarenakan sedang berduka.

Dukanya, karena suami dari adik perempuannya meninggal dunia yang berketepatan pada saat rapat paripurna dengan hari penguburan dan pemberian ulos tujung, dan acara militer, serta membuka ulos tujung.

“Saya, izin sebentar tidak dapat hadir mengikuti rapat paripurna dikarenakan hal yang penting di upacara adat Batak, karena bertepatan hari itu juga adalah acara  adat penguburan suami dari adik perempuan saya. Yang mana saya (Oloan) sebagai pihak hula-hula yang harus memberikan ulos tujung (artinya ulos pertanda duka atas meninggalnya suami dari itonya-red) kepada itoku (adik perempuan),” kata Oloan kepada sejumlah wartawan.

Dia menambahkan, setelah memberikan ulos tujung kepada adik perempuannya itu, acara dilanjutkan dengan penguburan yang dilakukan secara militer. Serta, membuka ulos tujung usai penguburan dan pada pukul 11.30 WIB, acara sudah selesai.

Usai acara penguburan, Oloan tak lagi mengikuti acara adat Batak lainnya dan langsung menghadiri acara rapat paripurna di gedung DPRD Humbahas. (DS)