Sesuai Data Base BKN, Seleksi PPPK Tobasa Diikuti 118 Orang

9
Kepala BKD Pemkab Tobasa, Kasten Panjaitan.

Tobasa, Lintangnews.com | Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang  lulus seleksi wajib menyerahkan kelengkapan administrasi, nantinya sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bedanya, PPPK tidak mendapatkan jaminan pensiun seperti ASN. PPPK hanya mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT).

“Untuk Kabupaten Tobasa, sesuai data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) PPPK sebanyak 101 orang tenaga guru honorer dan 17 orang tenaga penyuluh pertanian. Sementara untuk tenaga kesehatan honorer tidak ada alias kosong,” sebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Tobasa, Kasten Panjaitan, Selasa (19/2/2019).

Penyeleksian PPPK Tobasa sudah ditentukan dari data base BKN, khusus menyeleksi tenaga honorer kategori II, tenaga honorer guru harus Strata Satu (S1) , tenaga honorer kesehatan minimal Diploma III (D3). Sedangkan untuk tenaga penyuluh minimal SLTA dan harus ada sertifikat penyuluh.

“Jangan dianggap BKD yang menentukan calon PPPK untuk diseleksi, itu semua sesuai data base BKN dan sudah ada terdaftar dari informasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementrian Pendidkan dan Kebudayaan (Kemendikbud),”  kata Kasten.

Selanjutnya, tahapan jenjang dari PPPK didata dari tenaga honorer tahun 2005, diseleksi tanggal 3 November 2013 ada yang lulus dan lulus menjadi ASN.

Tenaga honorer yang tidak lulus selanjutnya menjadi eks tenaga honor K2, terdiri dari tenaga administratif, tenaga guru dan tenaga kesehatan. Ini selanjutnya diseleksi menjadi PPPK. (asri)