SKT Milik Inisial L di Sitahoan Disebut Sah, Mantan Lurah Girsang : Tidak Diterbitkan BPN Simalungun

140
Mantan Lurah Girsang Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Bertha S Manullang dan lahan di Sitahoan yang disebut milik pengusaha inisial L.

Simalungun, Lintangnews.com | Lazimnya untuk membuat sertifikat tanah, pemohon berkewajiban menyiapkan beberapa kelengkapan data.

Ini seperti fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan Kartu Keluarga (KK). Membawa bukti perolehan tanah, fotocopy pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir, fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan pernyataan tanah tidak sengketa.

“Surat Keterangan Tanah (SKT) nya tidak ditebitkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Simalungun pak. Karena bermasalah. Karena kurang persyaratan di atas,” tulis WhatsApp (WA) milik mantan Lurah Girsang, Bertha S Manullang, Minggu (10/11/2019) sekira pukul 16.39 WIB, serta membantah keabsahan SKT tanah pengusaha berinisial L di Sitahoan Kelurahan Girsang.

Sebelumnya, Pangulu Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Saham Sinaga saat dikonfirmasi via sambungan telepon seluler, Sabtu (9/11/2019) sekira pukul 19.20 WIB semula mengaku bingung dengan lokasi lahan yang dimaksud.

“Itu lah bingungnya. Ada yang masuk Kelurahan Girsang. Ada masuk ke Sipangan Bolon.Tapi, yang kelola itu kebanyakan di pinggir jalan lintas. Gak sampai ke dalam,” ucapnya dengan nada terdengar lemas.

Disinggung mengenai keabsahan kepemilikan lahan, Saham menyampaikan, tidak berani campur tangan untuk lahan yang dikelola MS dulunya diperoleh dari Marihot Nainggolan. Dan Marihot Nainggolan mendapatkan lahan dari seseorang bermarga Sipayung.

“Dulunya dari marga Sipayung. Kemudian ke MS. Kalau suratnya gak berani mencampurinya. Ada suratnya tapi diketahui antara MS dengan Marihot Nainggolan. Sumber tanahnya dari Sipayung. Gak tau entah ada di bawah tangan,” jelasnya kepada wartawan.

Sedangkan untuk lahan yang dikelola AGST, WS dan bermarga Nainggolan, Saham mengatakan, sudah ada surat dari Pangulu terdahulu.

“Itu dari Pangulu sebelumnya, J Sinaga pada tahun 2000. Ada juga yang dari Jabanten Damanik melalui anaknya dijual dan sudah akta notaris,” tukasnya.

Terpisah, terkait yang disampaikan Pangulu Sipangan Bolon Induk itu, warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon inisial B tidak membantahnya.

“Iya lahan Sitahoan ada di 2 wilayah. Yakni di Nagori Sipangan Bolon Induk dan Kelurahan Girsang,” ucap B dari seberang telepon.

B juga membantah keterangan Saham, jika SKT pengusaha dimaksud dari Pangulu Sipangan Bolon sebelumnya, J Sinaga tahun 2000 silam. Begitu juga dari Jabanten Damanik melalui anaknya dijual dan sudah akta notaris. Dan SKT tanah yang dimiliki pengusaha berinisial L.

“Ah mengelaknya si Saham. Karena dia saja yang berani melengkapi persyaratan SKT. Dari dia ada 100 lembar SKT. Sementara dari mantan Lurah Girsang, Bertha S Manullang sebanyak 17 lembar SKT. Total 117 SKT itu untuk pengusaha berinisial L yang dimaksud bapak. Pendahulunya, M Sinaga, itu tidak berani,” tukasnya. (Zai)