Sosialisasi Disebut Belum Optimal, Partisipasi Pemilih Pilkada Siantar Hanya 63 Persen

Masyarakat saat memilih di TPS.

Siantar, Lintangnews.com | Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Siantar tahun 2020 telah usai.

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Asner Silalahi-Susanti mendapat dukungan sebesar 63 persen data dari hasil desk Pilkada. Padahal Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Siantar menargetkan 77,5 persen partisipasi pemilih.

Partisipasi pemilih ini agak jauh menurun dibanding Pemilihan Legislatif  (Pileg) 2019, yang partisipasi pemilihnya sebesar 81,2 persen.

Seperti diketahui, walaupun menang 73 persen dari jumlah pemilih pada Pilkada, Asner Silalahi dan Susanti hanya mendapat 63 persen dari masyarakat Siantar yang menyalurkan hak suaranya.

Dari 180 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT), Pasangan Calon Asner-Susanti (Pasti) mendapat 87 ribu suara.

Sementara itu, Robert Siregar selaku Ketua LPPM STIE Sultan Agung saat diminta komentarnya menuturkan, persentase tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Siantar saat ini dikisaran informasi 63 persen. Hal ini menunjukkan kenaikan dari Pilkada tahun 2016 sebesar 57,06  persen.

“Satu sisi ada kenaikan, namun jika kita dilihat dari partisipasi pemilih masih rendah,” ujarnya, Jumat (11/12/2020).

Robert menilai, ada sejumlah faktor penyebab partisipasi pemilih hanya 63 persen. Yakni Pilkada di tengah masa pandemi Covid-19. Termasuk masih kurang optimalnya sosialisasi dari berbagai pihak khususnya KPUD sebagai penyelenggara Pilkada. Juga suasana pesta demokrasi dengan hanya calon tunggal.

“Tentu hal ini menimbulkan animo masyarakat menurun dan kompetensi demokrasi juga tidak optimal. Tetapi itu lah kehidupan perjalanan demokrasi yang menimbulkan plus minus. Untuk itu kedepannya agar komunikasi politik dapat dilakukan lebih optimal mendapatkan demokrasi yang lebih baik,” tuturnya.

Dia menyampaikan, secara angka partisipasi pemilih pada Pilkada Siantar memang meningkat dibanding Pilkada tahun 2016. “Namun beberapa faktor tadi menjadi perhatian bagi kehidupan demokrasi,” tutup Robert.

Sayangnya, Nurbaiyah Siregar selaku Komisioner KPU kota Pematangsiantar Divisi Partisipasi Masyarakat, SDM, dan Sosialisasi belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait angka partisipasi pemilih yang hanya 63 persen. (Elisbet)