Siantar, Lintangnews.com | Kota Siantar dinilai memiliki peristiwa politik yang sangat tidak terduga, karena Calon Wali Kota terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 lalu meninggal dunia.
Dalam hal ini, partai politik (parpol) dalam hal Calon Wakil Wali Kota harus mengutamakan kepentingan Siantar. “Dan pastinya harus konsekuen mendukung calon yang sudah diusung sebelumnya,” sebut Elpenda Ananda pengamat kebijakan publik Sumatera Utara, Selasa (2/2/2021).
Ia menuturkan, tarik menarik di kalangan internal parpol memang kuat. Hanya saja, menurutnya dalam politik tentu ada kompromi. “Misalnya bermusyawarah dengan Susanti Dewayani untuk menentukan Calon Wakil Wali Kota demi kepentingan kedepan,” tuturnya.
Ia menilai, dalam hal ini parpol jangan mengesampingkan kemampuan Susanti dalam memimpin Siantar. Calon Wakil Wali Kota nantinya diharapkan harus mampu bekerjasama dengan Wali Kota dalam membangun Siantar.
“Terlepas itu, apakah Calon Wakil Wali Kota dari kalangan politisi, akademisi, birokrasi atau pengusaha, yang jelas harus mampu bekerja sama dengan Wali Kota setelah dilakukan pelantikan,” sebut Elpenda.
Ia menilai, dinamika di lingkungan parpol tentu beragam, namun semua harus tetap dalam semangat kemajuan Siantar. “Tetapi semua harus bermuara untuk kemajuan Siantar,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Partai NasDem Kota Siantar, Frans Herbet Siahaan mengatakan, partainya memiliki hak mengajukan Calon Wakil Wali Kota. Namun, soal nama, menurutnya belum tepat disebutkan.
“Kalau bicara soal kriteria tentu tidak harus harga mati dari kalangan politisi, akademisi, birokrat atau pengusaha. Yang jelas mengetahui tatanan pemerintahan atau birokrasi. Termasuk mengetahui apa yang dibutuhkan Siantar,” ujar Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Siantar ini.
Soal sosok siapa yang akan dimajukan menjadi calon, Frans Herbet menuturkan, Partai NasDem memiliki sistim yang sudah baku. Diajukan kepada DPD Partai NasDem Siantar untuk disampaikan lagi kepada jenjang yang lebih tinggi.
“Kita lihat lah bagaimana nanti setelah Wali Kota dilantik. Kita akui, dinamika di kalangan sesama parpol memang tinggi,” tutup anggota Komisi II DPRD Siantar ini. (Elisbet)


