Stand Jajanan Produk Lokal di Karnaval Danau Toba Sepi, ini Harapan Pengusaha UKM

Tobasa, Lintangnews.com | Membludaknya pengunjung tidak bisa dipungkiri saat pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT) ke 4 di Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Puluhan ribu warga menyambut promosi ulos, kuliner dan busana Batak, yang digelar selama 3 hari mulai tanggal 14-15/9/2019.

Hadirnya pengunjung yang menyaksikan KPDt tidak terlalu berdampak kepada pelaku UKM makanan ringan, jajanan produk lokal seperti kopi dan lainnya.

“Tumpah ruahnya manusia di KPDT bukan berarti jualan saya menjadi laris manis,” tutur salah seorang pengusaha UKM kuliner berbahan andaliman seperti makanan ringan rasa andaliman, Marandus Sirait.

“Di hari pertama, stand saya dihadiri pengunjung dan membeli kuliner, meskipun tidak terlalu banyak, namun belum memadai untuk even sebesar ini,” sambung Marandus, Minggu (15/9/2019).

Terlebih saat pelaksanaan karnaval di hari kedua, stand yang mereka dirikan tidak dipedulikan oleh puluhan ribu orang. Sebab mereka semua fokus kepada kehadiran Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti.

“Meskipun belum datang dengan setianya menunggu, menahan panasnya terik matahari berdiri di tepi jalan,” cecarnya lagi.

Lanjutnya, sebelum hadirnya Susi, panggung musik di lokasi stand diberdayakan untuk mengalihkan kerumunan masyarakat yang menunggu yang hampir 2 jam lamanya.

“Semisal menampilkan artis untuk bernyanyi di panggung yang dilengkapi sound sistem untuk menarik pengunjung ke lokasi stand yang kami dirikan agar yang dijajakan beberapa stan dilihat dan dibeli pengunjung,” paparnya.

Marandus menuturkan, kedepannya Pemkab Tobasa membenahi dan memikirkan para pemilik stand.

“Jangankan menggaji karyawan, membayar sebungkus nasi saja dari hasil jualan kami tidak mampu. Padahal produk yang kami jual adalah produk makanan berbahan lokal yang perlu dipromosikan untuk mendukung pariwisata di Tobasa,” pungkas Marandus berharap. (asri)