Tako Indonesia Gelar Ujian Kenaikan Tingkat di Pendopo Guru Besar Jamin Purba

12
Dua peserta UKT diuji dalam kemampuan teknik dan bela diri. (elisbet/LN)

Siantar, Lintangnews.com | Perguruan Karate-Do Tako Indonesia menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) tahun 2019 diikuti 24 orang peserta di Pendopo Guru Besar Jamin Purba Jalan Simbolon, Kota Siantar, Minggu (15/9/2019).

Peserta yang mengikuti UKT diantaranya dari Siantar, Tebingtinggi dan Tanjungbalai. Ini mulai dari sabuk coklat ke hitam, sabuk hitam ke Dan. Materi yang diuji terdiri dari Zenkutsu Dachi Gedan Barai, Zenkutsu Dachi Gamea dan Kiba Dachi Gamea.

Pelaksanaan UKT dihadiri, Dewan Pembina Penasehat Pengurus Besar Tako Indonesia, Rupina Aruan, Guru Sihantak Paulus, Robert Hutagaol, Sofiyan Rizal, Freddy Lumbantobing, Tegusih, Rudi Sintaro Purba, Dewan Pendamping Penguji Suryadi dan Sofiyan Efendi, Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, senior-senior Tako Indonesia dan Humas Tako Iwan Pasaribu.

Dewan Pembina Penasehat Pengurus Besar Tako Indonesia, Rupina Aruan sampaikan agar peserta yang lulus dapat mempertanggungjawabkan predikat yang baru di peroleh.

“Jangan arogan dan tetap menjunjung tinggi nilai tri cita utama yaitu perkasa, rendah hati, luhur budi yang merupakan motto dari Perguruan Tako Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksanaan UKT, Budi Indra Tarigan diwakili Suryadi dalam sambutannya mengatakan, untuk 2penyandang dan atau sabuk hitam, sekitar tahun 1987, almarhum Guru Besar Jamin Purba pernah mengatakan, sabuk hitam adalah sabuk yang paling diinginkan oleh penganut bela diri.

“Ini sangat terbukti, Ketua Dewan Guru kita yang terhormat membuat program sabuk hitam 1 tahun menjadi 100 orang. Hal ini sejalan dengan semangat alamarhum Guru Jamin Purba,” ucap Suryadi.

Dia juga mengingatkan kepada peserta UKT, agar tidak melupakan jasa-jasa para pendidik yang telah mengajarkan hal-hal baik tentang Tako.

Mewakili panitia, Suryadi juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada kesalahan dalam pelaksanaan UKT tahun 2019 di Siantar.

Pelaksanaan UKT juga mendapat dukungan dengan dari orang tua masing-masing peserta dan keluarganya.

Amatan wartawan, setiap peserta diuji untuk menilai kemampuan teknik dan fisik bela diri ke 24 peserta. (Elisbet)