Status Facebook Ketua PGRI Ujung Padang Ditanggapi Miring Sejumlah Guru Honorer

Status Ketua PGRI Kecamatan Ujung Padang pada laman Facebook miliknya dengan menampilkan foto kedua oknum Korwil berjabatan tangan saat sertijab.

Simalungun, Lintangnews.com | Status Facebook oknum Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Ahdari Lubis ‘Sayonara Komandan. Salam dua pendekar pendidikan’ ditanggapi miring oleh sejumlah guru honorer di Kecamatan tersebut.

IKLAN

Mereka memberikan penilaian, status yang diunggah Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 097352 dan SMP Negeri 2 Dabuan Cincin Satap di Nagori Bangun Sordang, Kecamatan Ujung Padang.

“Baru kali ini aku tau ada pendekar pendidikan. Pantas lah berantakan. Ketua PGRI Kecamatan Ujung Padang pula-lah yang bilang ini,” tulis guru honorer atas status pada laman Facebook Ahdari Lubis.

Menurut mereka, status itu menampilkan foto 2 orang Korwil Pendidikan saat bersalaman pada kegiatan serah terima jabatan (sertijab) antara Abdul Rahman Purba dengan Abdul Raub.

Sebelumnya, Abdul Rahman Purba adalah Korwil Pendidikan Kecamatan Ujung Padang. Kemudian Bupati Simalungun, JR Saragih memutasinya menjabat Korwil Pendidikan di Kecamatan Bandar Masilam.

Sedangkan Abdul Rauf sebelumnya adalah Korwil Pendidikan Kecamatan Bosar Maligas. Selanjutnya dimutasi menjabat Korwil Pendidikan Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

Terkait status Facebook tersebut, Ahdari Lubis mengatakan, bukan itu maksudnya pendidikan di Ujung Padang tidak kacau.

“Oh bukan itu maksudnya, pendidikan di Ujung Padang tidak kacau. Pendekar maksudnya orang yang memiliki semangat juang yang tinggi,” tulisnya melalui pesannya, Kamis (13/8/2020) sekira pukul 19.02 WIB.

Ahdari menuturkan, alasannya mengatakan itu mengingat letak biografi Kecamatan Ujung Padang yang begitu jauh ke Pamatang Raya (ibu kota Kabupaten Simalungun).

“Oh iya adinda, mohon bantuan memberikan informasi kepada kita yang mengatakan pendidikan di Ujung Padang ‘kacau’. Mungkin dia anggota kita biar kita sering kepada beliau beliau tersebut,” sebut Ahdari.

Menurutnya, ini bisa menyatukan pandangan kedepan satu persepsi untuk membangun Ujung Padang ini. “Apakah beliau-beliau ini memang benar benar guru yang berdedikasi tinggi atau sebaliknya. Kita sudah 40 tahun mengajar mulai dari honor bp3, 6 tahun sampai saat ini secara umum belum pernah merasakan kekacawan pendidikan di Ujung Padang. Secara umum ya adinda belum pernah. Maaf ya adinda ini kita sering bertukar pikiran, tuk sama kita ketahui ada kurang lebih 11000 jiwa di Ujung Padang ini yang memang satu komunitas dalam pendidikan,” tulisnya kembali melalui pesan singkat.

Dia juga menuturkan, selalu melintas dari Dusun sampai Bangun Sordang banyak yang mengetahui sebagai Ketua PGRI tak ada masalah. Menurutnya, kalau pun ada masalah person, diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

“Yang santun yah selesai. Tapi kalau masalah pribadi itu bukan ranah kita dinda. Ok dinda kita butuh impormasi dari dinda atas bantuan dinda saya ucapkan terima kasih selamat malam,” tukasnya. (Zai)

IKLAN