Susanti : Pemuda harus Ciptakan Pribadi Memiliki Konsep Strategi Pembangunan

Suasana diskusi yang diselenggarakan Garda NKRI dan KNPI Kota Siantar.

Siantar, Lintang news.com | Calon Wakil Wali Kota Siantar, Susanti Dewayani menyampaikan, 3 hal penting yang harus dimiliki pemuda di era saat ini.

Menurut Susanti, hal penting pertama yakni, pemuda harus menciptakan pribadi yang memiliki konsep strategi dan taktik dalam pembangunan kota.

Kedua, sambung praktisi kesehatan ini, pemuda harus berinovatif dan kreatif dalam menyelesaikan konflik untuk perkembangan kota. Terakhir, harus mampu menciptakan pemuda yang mampu berkomunikasi dalam menyampaikan gagasan kepada pemerintah.

“Ketiga poin ini harus dimiliki pemuda. Sehingga, lebih berinovasi dan mengembangkan diri untuk lebih berperan dalam pembangunan bersama pemerintah,” ucap Susanti.

Hal ini disampaikan Susanti saat dirinya sebagai pembicara dalam diskusi yang digelar oleh para pemuda Garda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Siantar, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020).

Diskusi yang dihadiri puluhan pemuda ini diberikan penjelasan bagaimana pemuda dan pemerintah dapat ikut berperan dalam pembangunan Siantar.

Ditambahkan Ketua KNPI Kota Siantar, Henry Hutapea selaku pembicara menuturkan gerakan pembangunan daerah memang membutuhkan peran pemuda.

“Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, para pemuda harus pandai menciptakan pola pikir luas. Pemuda harus berintelektual dan mampu mewujudkan solidaritas di lingkungan masyarakat,” terang Henry.

Tokoh Masyarakat Kota Siantar, Reynaldi Harahap menutup pemaparan sesi materi dari pembicara, dengan beragam pandangan yang harus dimiliki pemuda di masa sekarang ini. Dengan berkaca pada potensi pemuda terdahulu.

“Pemuda millennial sekarang ini harus mampu mengetahui sejarah pemuda era pendahulu. Ini agar mampu menjadi pemuda yang memiliki wawasan yang luas. Berintelektual dan mencontoh pemuda-pemuda zaman dulu dalam membangun Kota Siantar,” ujar Reynaldi Harahap menutup sesi penyampaian materi diskusi.

Kegiatan diteruskan dengan sesi tanya jawab dari peserta diskusi. Diketahui, acara diskusi ini penuh dengan kepatuhan protokoler kesehatan. (Elisbet)