Tak Dicopot, Camat Hatonduhan Diduga Bayar ‘Pulsa’ Sebesar Rp 60 Juta

Camat Hatonduhan, M Samosir.

Simalungun, Lintangnews.com | Agar tidak digantikan dan dicopot dari jabatan Camat Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, yang setara dengan eselon III, M Samosir diduga membayar ‘pulsa’ sebesar Rp 60 juta.

“Itu Samosir Camat Hatonduhan bayar Rp 60 juta supaya tak diganti. Yang cerita orang dekat Samosir,” ungkap salah seorang sumber, Selasa (8/10/2019).

‘Pulsa’ jabatan Camat Hatonduhan itu dibayarkan M Samosir sekira tanggal 25 September 2019 usai pelantikan anggota DPRD Simalungun melalui oknum pejabat teras di Pemkab Simalungun.

“Habis pelantikan DPRD Simalungun itu dibayar Samosir melalui MS saat menghadiri syukuran anggota DPRD Simalungun marga Sipayung di Hatonduhan,” beber sumber.

Informasi diperoleh, 2 hari lalu tepatnya, Kamis (7/10/2019), 4 orang pejabat eselon IIIA dilantik sebagai Camat. Di antaranya, Sakban Saragih yang sebelumnya menjabat camat Raya Kahean dilantik sebagai Camat Tapian Dolok menggantikan Gita Nainggolan.

Kemudian, Amon Carles Sitorus yang sebelumnya sebagai Camat Bosar Maligas dan Jawa Maraja Bah Jambi dilantik sebagai Camat Bandar menggantikan Samsul Pangaribuan yang akan memasuki masa pensiun.

Selanjutnya, M Rasyid Sinaga yang sebelumnya sebagai Camat Bandar Masilam dilantik sebagai Camat Jawa Maraja Bah Jambi menggantikan Amon Carles Sitorus. Dan Pramitha Sri Dormauli Sianturi dilantik sebagai Camat Bandar Masilam yang sebelumnya bertugas di Dinas Pemberdayaan Maujana Pemerintah Nagori.

“Memang semalam ada pelantikan 4 orang Camat. Karena ada pemberitahuannya disampaikaan melalui grup WhatsApp (WA),” ungkap salah seorang Sekretaris Camat (Sekcam) ketika ditanya melalui sambungan telepon seluler, Selasa (8/10/2019).

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemkab Simalungun, Debora Hutasoit saat coba dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Selasa (8/10/2019) sekira pukul 18.30 WIB tak ada jawaban.

Terpisah, Camat Hatonduhan, M Samosir saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan seluler, Selasa (8/10) sekira pukul 18.47 WIB mengaku tidak ada. “Ah, tidak ada itu. Dari mana uang saya,” ucapnya.

Disinggung dugaan pembayaran Rp 60 juta dan diserahkan saat syukuran seorang anggota DPRD Simalungun marga Sipayung, justru Samosir mengakui, memang hadir sampai malam. “Memang sampai malam di situ. Tapi, gak ada itu. Betul, gak saya lihat hari esok,” katanya. (Zai)

 

Camat Hatonduhan, M Samosir.