Simalungun, Lintangnews.com | Disinyalir takut tidak menjabat lagi setelah Radiapoh Hasiholan Sinaga dilantik menjadi Bupati Simalungun, oknum pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Simalungun ‘paksa’ para bidan dan perawat bayar kenaikan golongan/pangkat pada bulan Oktober mendatang.
Terkait dugaan itu, Kepala Tata Usaha Dinkes Simalungun, Rehna Purba membantah melakukannya. “Beritahu saja siapa namanya, biar diihat di pengantar kami, apakah ada diusulkan dan pada siapa diberikan,” tantangnya, Kamis (8/4/2021).
Menurut Rehna, pihak media harus melayangkan surat dalam mendapatkan keterangan jumlah para Bidan dan Perawat yang mengajukan kenaikan golongan atau pangkat. “Kalau minta data harus lengkap surat. Ini untuk kepentingan apa, kami harus tau,” elaknya.
Sebelumnya, sumber ‘orang dalam’ mengaku, mereka didesak mengajukan berkas kenaikan golongan untuk bulan Oktober mendatang dan dimintai bayaran. “Untuk naik golongan bulan Oktober mendatang, padahal belum waktunya mengurus. Tetapi didesak oleh pihak Dinkes,” bebernya.
Sumber menduga, kemungkin pejabat di Dinkes saat ini takut tidak menjabat lagi setelah Radiapoh dilantik sebagai Bupati Simalungun. Hal ini membuat dinas terkait melakukan pemaksaan untuk meraup keuntungan pribadi.
Kapus Gunung Maligas Ngaku Tidak Tau
“Kenaikan golongan, gak taulah saya. Itu sama TU saya lah nanti, tetapi kayaknya kenaikan pangkat apa begitu ya. Sepertinya tahun ini gak adalah, berkalanya dan memang wajib lah,” ucap Taruli Ginting selaku Kepala Puskesmas (Kapus) Gunung Malela.
Menurutnya, kenaikan golongan itu tidak diketahui karena dirinya selaku Kapus tak ada menandatangani berkas pengajuan. “Karena gak ada saya tandatangani. Iya kan itu harus melalui rekomendasi saya,” ucapnya dan menjelaskan pegawai yang mengajukan kenaikan pangkat maka dirinya harus menandatangani berkasnya.
Taruli mengaku, dari mulai bulan Januari dirinya tidak ada menandatangani berkas. “Itu berkalanya. Kalau berkala setiap tahun. Tetapi itu gak harus saya tanda tangani. Kalau masalah biaya, gak ada itu,” tukas Taruli. (Zai)


