Tanaman Serai Warga Buntu Pane Nambah Nilai Ekonomi dan Usir Nyamuk 

Para ibu-ibu saat melakukan perawatan tanaman serai yang ditanam di bahu jalan. 

Asahan, Lintangnews.com | Serai merupakan salah satu tanaman yang populer di Asia , termasuk di Indonesia. Serai memiliki rasa dan aroma yang khas, sehingga sering digunakan dalam berbagai masakan.

Diketahui tanaman serai ditanam tidak susah. Karena serai bisa tumbuh di kondisi tanah keras maupun lembut. Serai memiliki zat anti mikroba, antioksidan, anti kanker dan anti peradangan. Selain itu, serai juga merupakan salah satu sumber terbaik untuk vitamin A, C, folat, zat besi, magnesium, tembaga, potasium, kalsium dan mangan.

Seperti terlihat di Dusun IX Sei Godung, Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Kabupaten Asahan, di bahu jalan banyak ditanami serai. Masyarakat nya giat menggunakan lahan kosong untuk menanam serai. Sepanjang 1 kilometer jalan kiri dam kanan, masyarakat menanami serai. Ini membuat suasana desa semakin dipenuhi tanaman serai.

Kepala Desa (Kades) Buntu Pane, Manten Aperi Simbolon mengatakan, awalnya serai ditanam di sepanjang jalan Dusun bertujuan untuk menahan agar tidak terjadi longsor dan drainase tetap terjaga.

“Namun adanya pengetahuan baru, jika serai dapat untuk mengusir nyamuk, sehingga warga aktif menanamnya. Karena nyamuk katanya tidak suka dengan serai,” sebut Manten, Sabtu (2/2/2019).

Lanjutnya, tanaman serai itu semua karya ibu-ibu yang rutin bergotong royong setiap minggu. Ini juga suatu kehormatan bagi pihaknya karena mempercayakan Desa Buntu Pane mewakili Kabupaten Asahan pada lomba Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Ini membakar semangat kami untuk menjadikan gerakan tanam serai menjadi salah satu inovasi dan mempertahankan lingkungan tetap bersih dan sehat, serta tetap rutin bergotong royong.

“Serai juga bisa bermanfaat untuk menambah ekonomi bagi kelompok ibu-ibu dengan menjualnya jika sudah waktunyanya tanaman itu dijual. Jadi tidak saja mendapatkan keuntungan buat kesehatan, juga ada nilai rupiah dari hasil tanam serai tersebut,” kata Kades.

Manten juga meminta kepada pemerintah  untuk membantu, karena sampai saat ini mereka belum memiliki mesin pembuat minyak serai. Sebab serai itu bisa dikelola menjadi minyak serai yang banyak manfaat nya.

“Saat ini kami terkendala jika ingin mengembangkan serai dan mengelolnya menjadi minyak serai,” paparnya. (handoko)