Terduga Pelaku Perampokan Truk Pengangkut Getah Menyerahkan Diri ke Polres Simalungun

29
Salah seorang terduga pelaku yang menyerahkan diri ke Polres Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Jumlah terduga pelaku perampokan truck Colt Diesel nomor polisi (nopol) BB 5691 NC pengangkut getah karet di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Siantar-Parapat, Nagori Parriasan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, yang diamankan menjadi 3 orang.

Salah seorang terduga pelaku, Repentus Silitonga alias Kentung (39) warga Nagori Gunung Mariah, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun akhirnya diserahkan pihak keluarga ke Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) Satuan Reskrim Polres Simalungun.

“Baru saja diserahkan pihak keluarga ke Unit Jahtanras di Aspol,” sebut Bagian Humas Polres Simalungun yang disampaikan melalui pesan WhatsApp (WA) Grup, Jumat (11/10/2019) sekira pukul 21.00 WIB.

Penyerahan  terduga pelaku dengan memakai kemeja warna biru dongker itu langsung disambut baik Kanit Jahtanras, Iptu Hengky B Siahaan dan dilengkapi berita acara serah terima.

Sebelumnya, Tim Opsnal Unit Jahtanras mengamankan 2 orang terduga pelaku, Jumadihot Sigiro dan Jasper Fredy Sinaga dari rumahnya di Huta Lumban, serta Simpang Kawat, Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

“Aktor utamanya, Jumadihot dan Kentung masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) bersama Jadi Sinaga dan Anto Samosir. Kedua pelaku terpaksa diberi timah panas, karena mencoba melakukan perlawanan,” papar Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu didampingi Kasat Reskrim, AKP M Agustiawan kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Bahkan, Unit Jahtanras yang dipimpin, Iptu Hengky Siahaan juga meringkus BL diduga sebagai pembeli (penadah) getah karet hasil rampokan kelima pelaku.

“Kita juga berhasil meringkus satu orang berinisial BL diduga sebagai penadah getah karet yang dirampok dan dijual pelaku seharga Rp 50 juta,” kata perwira dua melati di pundaknya itu.

Dari Rp 50 juta hasil penjualan getah karet, kelima pelaku berbagi keuntungan. Kentung mendapatkan sebesar Rp 12 juta, Jumadihot Rp 17 juta, Jasper Freddi Sinaga Rp 5,7 juta, Anto Samosir Rp 5,7 juta dan Jadi Sinaga Rp 5,7 juta.

“Hasil penjualan getah karet mereka bagi-bagi. Dan Jasfer Freddi Sinaga turun di Kota Siantar setelah mendapatkan jatah. Sisanya digunakan keempat pelaku berfoya-foya di Kisaran, Kabupaten Asahan,” terang AKBP Heribertus.

Sejumlah barang bukti yang diamankan yakni, 1 unit mobil merk Toyota New Avanza nopol BK 1774 IT warna silver yang digunakan untuk merampok, 1 unit handphone (HP) merk Nokia warna biru muda-hitam dan kalung emas 10.1 gram (3 mayam).

Selanjutnya, 1 buah mainan kalung emas berbentuk salib dengan berat 1.65 gram (½ mayam), 1 buah cincin emas ½ rantai dengan berat 6.75 gram ( 2 mayam), 1 lembar surat pembelian emas dari Toko Mas Horas, uang tunai sebesar Rp 250 ribu dan 1 potong jaket warna biru dongker bertuliskan Ivy-Brothers.

Diketahui, jumlah terduga pelaku sebenarnya berjumlah 5 orang di antaranya, Jumadihot Sigiro, Jasper Freddi Sinaga, Jadi Sinaga, Anto Samosir dan Rencus Silitonga. Dari kelima terduga pelaku, 2 orang terpaksa ditembak.

Seperti diketahui, dalam melakukan aksi perampokan, salah seorang dari kelima pelaku mengaku anggota polisi bertugas di Polres Simalungun dan menggunakan pistol mancis.

Sedangkan truk pengangkut getah karet yang dirampok itu dikemudikan Rindu Hutagalung dan Dasrim, akhirnya ditemukan di Jalan Lintas Mandoge, Kabupaten Asahan. (Zai)